JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Anggur merupakan tanaman yang berasal dari daerah subtropika. Upaya introduksi dan seleksi yang dilakukan telah menghasilkan beberapa varietas anggur yang dapat beradaptasi di daerah tropika. Secara umum masyarakat menganggap bahwa anggur dapat ditanam di daerah tropika dataran tinggi mengingat tanaman ini berasal dari daerah yang dingin.

Pada minggu ke dua Pebruari 2020, BPTP Jakarta menghadirkan Bapak Sukadi, ahli tanaman anggur dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) sekaligus Koordinator IP2TP Banjarsari, Probolinggo, Jawa Timur. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat saat ini mengenai anggur merupakan tanaman dataran tinggi adalah kurang tepat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, anggur sangat baik tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian tempat 0-300 m dpl. Berdasarkan informasi ini maka DKI Jakarta merupakan daerah yang sesuai untuk melakukan budidaya anggur.

Berikut adalah beberapa varietas anggur dataran rendah tropika yang sesuai untuk dibudidayakan di DKI Jakarta dan telah dilepas oleh Balitjestro, Balitbangtan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

 1. Jestro AG45

Jestro AG45 merupakan varietas anggur beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian tempat 2-230 m dpl dan curah hujan rendah. Varietas ini memiliki warna buah biru keunguan dengan keunggulan kandungan jus yang tinggi, rasa manis segar dan daging buah yang renyah.

 2. Jestro AG86

Jestro AG86 merupakan varietas anggur berwarna hijau yang memiliki adaptasi di dataran rendah dengan ketinggian tempat 0-300 m dpl. Keunggulan dari varietas ini adalah kemasakan buah dalam tandan yang lebih merata, ukuran buah yang lebih besar dan aroma buah yang lebih tajam ketika dikonsumsi, dengan potensi hasil 9-16 kg per tanaman dengan teknik budidaya yang optimal.

 3. Prabu Bestari

Anggur varietas Prabu Bestari merupakan varietas hasil klon seleksi pohon induk milik Balitjestro di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Warna kulit anggur saat masak adalah merah dengan rasa yang manis. Jenis anggur ini mirip dengan anggur impor jenis Red Globe. Umur mulai panen varietas anggur ini adalah 120 hari setelah pangkas dengan hasil antara 5 - 15 ton per hektar. Daya simpan buah anggur ini mencapai 7-14 hari pada suhu kamar. Varietas ini beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 0 - 300 meter di atas permukaan laut.

 Probolinggo Biru 81

Anggur Varietas Probolinggo Biru 81 merupakan anggur yang memiliki warna buah matang merah kehitaman dengan kulit buah tertutup lapisan bedak tipis. Sesuai dibudidayakan di dataran rendah dengan produktivitas 12-20 kg/pohon/tahun dengan teknik budidaya yang optimal. Umur panen dari buahnya yaitu 105-110 hari setelah pemangkasan produksi.

Keempat varietas di atas memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing dan sangat cocok untuk dibudidayakan di Jakarta. Mari kita membudidayakan tanaman anggur di Jakarta, memetik buahnya secara langsung dan menikmati kesegarannya.