JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta bersama Sudin KPKP Jakarta Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Budidaya Cabai Teknologi Proliga. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Direktorat Jenderal Hortikultura dengan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta serta Badan Litbang Kementerian Pertanian, dimana BPTP Jakarta berperan dalam pendampingan teknologi budidaya cabai. Bimtek tersebut dilaksanakan pada selasa, 8 Desember 2020, di BPP Ragunan, diikuti oleh kelompoktani penerima bantuan cabai, PJLP lingkup BPP Ragunan, serta peneliti dan penyuluh BPTP Jakarta.


Pada kesempatan tersebut Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan A. Sidabalok , menyampaikan apresiasi terhadap pemberian bantuan benih dari Dirjen Horti dan pendampingan teknologi oleh BPTP Jakarta. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat perkotaan. Beliau beserta seluruh jajaran Sudin KPKP Jakarta Selatan siap mensukseskan dan mendampingi pelaksanaan program cabenisasi di lapangan.

Kepala Seksi Penerapan Teknologi Sayuran Daun dan Jamur, dan Pemberdayaan, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Ir. Sri Setiati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penjualan cabai rawit secara nasional masih berpusat di DKI Jakarta. Lebih dari 70% pasokan cabai dijual di Ibukota dan harga cabai rawit sepanjang tahun terbilang sangat fluktuatif. Pemberian bantuan benih cabai ini diharapkan dapat mendorong dan menjadi stimulan kepada petani untuk tetap melakukan budidaya pertanian, meringankan beban petani dalam membeli sarana produksi pertanian, serta menjaga dan meningkatkan jumlah produksi cabai.

Dalam sambutannya Kepala BPTP Jakarta Dr. Ir. A Arivin Rivaie, M,Sc menyampaikan bahwa dengan dukungan teknologi budidaya cabai yang tepat, petani perkotaan dapat mengoptimalkan penggunaan lahan yang terbatas, mampu meningkatkan produktivitas cabai, menjaga ketersediaan pasokannya, serta meningkatkan kualitas produk cabai yang dihasilkan.

Narasumber dari Balitsa, Ir. Bagus Kukuh Udiarto.M.S., menyampaikan lima poin utama dalam menerapkan teknologi “PROLIGA” (Produksi Lipat Ganda) Balitbangtan, yaitu:
(1) Penggunaan varietas unggul sesuai permintaan pasar;(2) Persemaian sehat;(3) Peningkatan kepadatan populasi dengan 1 dan 2 tanaman per lubang ditanam secara zigzag;(4) Pengelolaan hara dan air; (5) Pengendalian OPT dengan menerapkan konsep PHT.

Diharapkan dengan hasil bimbingan teknis ini, petani paham akan manfaat penerapan teknologi Proliga sehingga dapat meningkatkan hasil produksi cabai serta menjamin kemandirian pangan di perkotaan.