JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Di akhir tahun, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis “Pasca Panen dan Pengolahan Ikan Lele dari Pekarangan”. Bimtek ini merupakan serangkaian bimtek yang telah dijadwalkan sebelumnya dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pendampingan Kolaborasi Urban Farming Kementan dengan Pemprov DKI Jakarta kluster P2L (Pekarangan Pangan Lestari)/ GPP ( Gerakan Pangan Pekarangan ). Bimtek ini bertempat diruang pertemuan RW Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Peserta bimtek terdiri dari 2 kelompok tani yaitu Poktan Piranti Jaya dari kelurahan Pinang Ranti dan Poktan Mustika  dari kelurahan Kramat Jati. Kedua peserta merupakan  kelompok tani yang terpilih mendapatkan bantuan kebun bibit dari Badan Ketahanan Pangan, Kementan.  Bimtek dihadiri oleh Ibu Lurah Piranti Jaya selaku ketua PKK, wakil pokja III, Ibu RW 01, Ibu RT 12 kelurahan Pinang Ranti,  penyuluh pertanian dari Sudin KPKP Jakarta Timur, Kasatlak dan pendamping wirausaha kecamatan Makasar.  Saat acara bimtek berlangsung Ibu Kasudin KPKP Jakarta Timur  turut hadir dan  mengapresiasi kegiatan bimtek ini.

Acara dimulai dengan sambutan dari ibu Lurah Piranti Jaya. Dalam sambutannya beliau sangat mendukung kegiatan bimtek ini karena sangat bermanfaat diantaranya untuk menambah wawasan, pengetahuan serta kreativitas peserta dalam penganekaragaman olahan ikan lele. Selain itu, dengan mengolah ikan lele menjadi produk olahan kekinian dapat meningkatkan minat anak-anak yang sulit makan ikan agar gemar mengkonsumsi ikan sehingga semakin sehat dan cerdas. Sambutan sekaligus pembukaan acara bimtek oleh Kepala BPTP Jakarta yang diwakili oleh ketua kelji pascapanen yaitu ibu Muflihani Yanis, S.Pt, M.Si dalam sambutannya beliau menyambut baik semangat peserta untuk mau terus belajar pada bimtek kali ini walau masih dalam kondisi pandemi. Beliau menyampaikan agar peserta tetap menerapkan protokol kesehatan selama bimtek berlangsung.

Materi bimtek yang disampaikan mengenai “Diversifikasi Olahan Lele” oleh peneliti dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Dr. Ema Hastarini MP. Pada bimtek ini  juga diajarkan  praktek pembuatan olahan ikan lele dibantu oleh Franciscus Edi Priyono, S.Pi. Narasumber menyampaikan pentingnya untuk mengkonsumsi ikan, karena ikan mengandung DHA yang membantu perkembangan otak. Ikan lele merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya dari jenis air tawar. Keunggulan ikan lele yaitu kandungan gizi yang tinggi diantaranya protein, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A dan B. Ikan lele mudah dibudidayakan dan dapat dipanen dalam waktu 2-3 bulan dengan ukuran 7-9 ekor/kg. Kegiatan budidaya sayuran  dan budidaya ikan secara bersamaan merupakan ciri khas kegiatan P2L (Pekarangan Pangan Lestari) /GPP ( Gerakan Pangan Pekarangan ) yang dapat mendukung ketahanan pangan keluarga.

Selama ini kita mengolah ikan air tawar seperti lele biasanya hanya  menjadi lele goreng saja namun dalam bimtek kali ini diajarkan cara pengolahan ikan lele menjadi produk-produk yang kekinian seperti brownies panggang dan kukus, rolade dan  krispi kulit lele. Peserta juga diajarkan cara membuat fillet ikan lele yang baik. Fillet ikan didapatkan dari daging ikan yang dikupas kulit dan dipisahkan dari tulangnya.  Kulit ikan hasil filet dapat diolah menjadi  krispi kulit lele. Dimana Industri fillet ikan lele dan ikan air tawar lainnya membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan kedepannya. Dengan adanya bimtek pengolahan ikan lele ini tujuan jangka panjangnya adalah dapat meningkatkan pengetahuan peserta dan meningkatkan perekonomian keluarga.