JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta --  (11/12/2020),  Bertanam dengan sistem hidroponik, bukan merupakan hal yang baru. Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan media tanam selain tanah sebagai media tanam, karena dengan hidroponik lebih  menekankan kebutuhan nutrisi untuk tanaman.  Kelebihan hidroponik antara lain  penggunaan air, media tanam dan  lahan menjadi  lebih efisien,  karena menghasilkan sayuran dan  buah yang  lebih berkualitas, tidak tercemar pestisida, limbah dan tanah, serta tersedia dalam  bentuk  yang  segar.  Jadi sangat cocok dan sesuai untuk diterapkan  di wilayah DKI  Jakarta.  Konsep pertanian perkotaan (urban farming) adalah potensi besar  untuk dikembangkan di wilayah DKI Jakarta.  Terdapat lebih  dari  41 gerai swalayan produk tanaman hidroponik  dan masih dibutuhkan 3 ton sayuran setiap bulan di wilayah DKI Jakarta.  Sehingga peluang bisnis hidroponik ini cukup tinggi.  Untuk itulah  Virtual Literacy ini  dilaksanakan.  Kegiatan ini  merupakan kolaborasi antara PUSTAKA dan BPTP Jakarta.

Acara “Virtual Literacy” ini merupakan salah satu kegiatan  Pustaka  sebagai  institusi  yang mempunyai fungsi  untuk menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan aplikasi teknologi informasi dan penyebaran informasi teknologi dan hasil-hasil penelitian pertanian melalui pengembangan jaringan informasi dan promosi inovasi pertanian.  Sedangkan BPTP Jakarta, mempunyai  tupoksi; melaksanakan  pengkajian dan perakitan teknologi, inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian serta pelayanan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Pada acara “Virtual Literacy “ mengambil topik Budidaya  Hidroponik  Dengan Mudah“ pada tanaman sayuran daun dan sayuran buah.  Sayuran daun sudah banyak berkembang dilaksanakan oleh masyarakat, jadi bukan sesuatu  yang baru untuk dilakukan. Sedangkan pada tanaman sayuran buah belum terlalu banyak untuk diusahakan.  Hal ini disebabkan umur panen tanaman tesebut lebih lama dibandinkan sayuran daun.   Bawang  Merah sebagai  salah satu  komoditas utama sayuran di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat.  Produk  hortikultura  unggulan  nasional  ini   masuk  pada   kelompok  sayuran  rempah  yang tidak dapat digantikan oleh  komoditas yang lain/ tidak  bersubstitusi.   Sampai saat ini  suplai bawang merah saat ini masih sangat bergantung pada stok di dalam negeri.  Pada saat tertentu terjadi lonjakan harga yang cukup fantastis, sehingga membebani  masayarakat. Kenaikan harga  bawang merah  terjadi lantaran dipengaruhi cuaca musim penghujan yang  memerlukan banyak biaya untuk tenaga dan perawatan sehingga harganya  meningkat.  Untuk itulah salah satu solusi  untuk mengurangi ketergantungan terhadap ketersediaan akan bawang  merah ini  bisa dilakukan dengan tehnik hidroponik, yang sangat dibutuhkan  dan  sangat  sesuai untuk  dikembangkan  khususnya di wilayah DKI  Jakarta.    

Kegiatan virtual literacy ini disampaikan lewat zoom dan youtube  dan  diikuti sekitar  1000 peserta dari beberapa wilayah  di Indonesia. Acara  ini dibuka oleh Kapustaka: Dr. Abdul Basit. MS, dilanjutkan oleh Ka BPTP Jakarta: Dr.Ir Arivin Rifaie, MSc.  dengan narasumber. Ir. Emi Sugiartini, MP (BPTP Jakarta) dan Ariyadh Prayugo (Telaga Farm - Palembang).  Kegiatan virtual literacy diharapkan dapat  memberikan informasi  tentang inovasi teknologi  untuk  memenuhi  tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya yang dapat  bermanfaat bagi  masyarakat.