JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Cuaca Jakarta tidak berbeda jauh dengan daerah lain pada umumnya, masih diguyur hujan dengan frekuensi cukup tinggi. Namun musim hujan ini tidak menjadi penghalang bagi Tim BPTP Jakarta untuk tetap menjalankan tugasnya melaksanakan survey identifikasi lahan dan petani calon penerima bantuan benih kegiatan kolaborasi Urban Farming Jakarta. Sabtu-Minggu (5-6 Desember 2020) survey dilaksanakan di Pulau Payung dan Pulau Tidung. Pulau Payung merupakan pulau yang memiliki potensi sumber daya alam berupa air dengan tingkat salinitas rendah, serta lahan yang cukup luas. Namun demikian, keterbatasan tenaga menjadi salah satu kendala di Pulau Payung.

Pulau Payung Besar dengan luas mencapai 20 ha, memiliki total jumlah penduduk sekitar 200 orang. Namun demikian, banyak penduduknya yang tinggal di luar Pulau Payung, diantaranya sedang melaksanakan studi. Dari aspek pengalaman berbudi daya pertanian, kelompok tani Payung Sejahtera sudah pernah melaksanakan budi daya pertanian di lahan seluas satu hektar, dengan komoditas antara lain pepaya merah delima, mentimun suri, semangka, pisang, jagung, terong, cabai, bawang merah, tomat, serta sayuran daun berupa kangkung, bayam, serta sawi. Beberapa komoditas tersebut masih terus dibudidayakan dan dipasarkan baik di Pulau Payung maupun pulau sekitarnya.

Model budidaya di lahan berpasir Pulau Payung kemudian menjadi model percontohan kegiatan budidaya pertanian di Pulau Tidung Kecil. Dengan luas lahan pertanian yang hampir sama, petani Pulau Tidung juga masih aktif berbudi daya diantaranya bawang merah, mentimun, singkong, kangkung, pepaya merah delima, dan semangka. Hasil produksi pertanian Pulau Tidung Kecil bahkan sudah mampu mencukupi kebutuhan buah Pulau Tidung Besar dengan jumlah penduduk yang cukup banyak.