JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta bersama Sudin KPKP Jakarta Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Pekarangan untuk Pertanian. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dengan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta serta Badan Litbang Kementerian Pertanian.  BPTP Jakarta memiliki peran dalam pendampingan teknologi pertanian hingga pasca panen.

Bimtek yang diadakan pada Kamis, 3 Desember 2020, bertempat di Kelompok Tani Piranti Jaya, Kelurahan Pinang Piranti, Jakarta Timur, dihadiri oleh Penyuluh Sudin KPKP Jakarta Timur; Lurah Pinang Piranti, Ketua RT, Ketua RW, kelompok tani Piranti Jaya dan Peneliti BPTP Jakarta.

KSPP BPTP Jakarta, Dyah Pitaloka dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan P2L/GPP dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah penanganan prioritas daerah rawan pangan atau pemantapan ketahanan pangan. Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Sementara itu, Lurah Pinang Piranti menyampaikan harapannya agar bimtek ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin agar pemanfaatan lahan pekarangan, benar- benar dirasakan manfaatnya dan disebar luaskan pada RT Lainnya.

Emi Sugiartini, Peneliti BPTP Jakarta memaparkan materi budidaya sayuran yang terdiri dari kompenen budidaya sayuran di Perkotaan, pemanfaatan lahan yang efisien, tanaman bernilai ekomis tinggi, serta teknis budidaya secara konvensional dan juga hidroponik.

Kelompok Tani Piranti Jaya yang beranggotakan 23 orang ini berbasis pada produk olahan pangan dan mengembangkan lidah buaya sebagai komoditas tanaman utamanya. Pemilihan komoditas ini dikarenakan pemasarannya yang sudah jelas yaitu disuplai ke KWT Matahari yang menngolah lidah buaya menjadi olahan minuman dan serbuk lidah buaya kering. 

Antusiasme kelompok sangat luar biasa dalam mengikuti bimbingan teknis yang bukan hanya teori tetapi juga praktek ini.  Rumah bibit yang sedang dalam proses pembangunan menambah antusiasme kelompok tani untuk lebih mengaplikasikan ilmu yang diperoleh pada bimtek ini.