JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Sampai saat ini pandemi Covid-19 masih seakan membayangi setiap gerak dan aktivitas, terutama bagi masyarakat di ibukota. Namun ternyata keadaan ini tidak menyurutkan semangat  para penggiat bidang pertanian untuk berkarya. Sebut saja, kelompok tani yang ada di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, yang memanfaatkan lahan tidur untuk bertanam berbagai macam sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, serta sayuran buah lainnya. Tercatat, terdapat 4 (empat) lokasi yang akan menerima bantuan benih cabai dari Kementan. Adapaun bantuan ini merupakan wujud hadirnya pemerintah bagi petani metropolitan, yang dikemas dalam kegiatan Pengembangan Kawasan Pertanian Perkotaan yang berkolaborasi antara Kementan dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

Bersama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sudin KPKP Jakarta Timur, tim BPTP menyusuri beberapa kelompok tani yang akan menerima bantuan benih cabai di wilayah Jakarata Timur.Calon penerima benih cabai di Rusunawa Jatinegara Kaum, masih sedang dalam tahap proses pengesahan kelompok tani. Ditinjau dari kesiapan lahannya, saat ini lahan sudah terolah dan siap untuk menerima benih cabai, adapunluasan lahan yang akan digunakan kurang lebih 500 meter persegi dengan memanfaatkan lahan terbuka hijau yang ada di sekitar rusunawa. Kegiatan pertanian yang berlangsung di rusunawa ini tentunya tidak terlepas dari keaktifan ketua dan anggota kelompok tani. Sampai saat ini kelompok tani di rusunawa berbudidaya sayuran secara organik, adapun kebutuhan pupuk kandangnya disupply dari kandang kambing dan sapi yang berlokasi di dekat rusun. Kelompok tani di rununawa sebenarnya tidak asing dengan budidaya caabai, meskipun begitu masih diperlukan pendampingan agar dapat memperoleh hasil panen yang maksimal.

Calon penerima benih selanjutnya di lokasi RW.003 Jatinegara Kaum, merupakan kelompok tani hutan Rumah Kaum Jayakarta yang memanfaatkan lahan tidur milik swasta untuk berbudidaya cabai. Meskipun baru terbentuk 1 tahun yang lalu, kiprah kelompok tani hutan ini patut diajungi jempol, karena mempunyai semangat untuk menginisiasi hutan kota yang diwujudkan dengan menanam dan melestarikan tanaman-tanaman langka seperti nam-nam, buni, matoa dan lainnya seluas kurang lebih 1000 meter persegi. Tantangan yang ada pada kelompok tani ini dalam berbudidaya cabai adalahketerbatasan alat untuk mengolah lahan, selain itu juga masih perlu pendampingan intensif dalam cara berbudidaya cabai.

Berikutnya, berlokasi di Kp. Pendong kelan RW.015, Kayu Putih yang akan berbudidaya cabai dengan luasan 500 meter persegi di lahan tidur di wilayah Jakarta Timur. Calon penerima benih cabai di wilayah ini masih dalam pengesahan kelompok tani, meskipun begitu mereka sudah siap untuk menerimabantuan benih cabai. Sejauh ini, cabai yang pernah ditanam masih terkendala dengan adanya hama dan penyakit sehingga produksi yang dihasilkan kurang maksimal, sehingga dibutuhkan pendampingan lebih intensif agar petani dapat mengatasi kendala serta permasalahan dalam berbudidaya cabai.

Pandemi Covid-19 bukanlah menjadi hambatan dan halangan untuk tetap beraktivitas. Tidak mudah memang untuk menerapkan Adaptasi kebiasaan baru, tetapi tentunya bukanlah hal yang mustahil. Sekilas gambaran tentang kegiatan petani yang terus berjuang sebagai pejuang ketahanan pangan di metropolitan... Salam