JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor -- Pemulia dan Pemuliaan merupakan unsur kunci dalam pengembangan varietas unggul baru. Mengingat pentingnya hal tersebut, BPTP Jakarta megirimkan 2 orang stafnya untuk mengikuti pelatihan “Peningkatan Kompetensi Pendamping Pemulia (Co Breeder) dalam rangka pelepasan varietas tanaman hortikultura” yang diselenggarakan oleh PPVTPP pada Rabu, 25 November 2020 di Bogor.

Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping Pemulia ini dibuka oleh Kapus PPVTPP, Prof. Erizal Jamal. Dalam sambutannya, Prof. Erizal Jamal menyampaikan tentang kesepakatan internasional berkaitan dengan benih dan perlindungan varietas tanaman. Salah satu isunya adalah bagaimana memperkuat pemuliaan di dalam negeri. Kegiatan peningkatan kompetisi pemulia ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas pemulia dan direncanakan kegiatan ini dilaksanakan berkesinambungan dari tahun ke tahun dengan peta jalan yang jelas. PPVTPP memiliki kepentingan untuk melakukan hal ini karena perlindungan varietas tidak akan ada yang mmendaftar jika tidak ada pemulia yang menghasilkan varietas baru yang selanjutnya akan mendorong industri benih di Indonesia.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi Uji adaptasi dan Uji Kebenaran dalam rangka perakitan varietas unggul baru tanaman hortikultura (Prof. Dr. Sobir); metode pemuliaan dalam rangka perakitan varietas unggul baru tanaman sayuran (Prof. Dr. Syukur); metode pemuliaan dalam rangka perakitan varietas unggul baru tanaman hias (Prof. Dr. Budi Marwoto); metode pemuliaan dalam rangka perakitan varietas unggul baru tanaman buah; Perakitan varoetas unggul hortikultura berbasis ketahanan terhadap hama dan penyakit; Pengujian Mutu Benih pada tanaman hortikultura; prosedur dan tata cara permohonan pendaftaran peredaran varietas secara online.

Melalui pelatihan ini, diharapkan muncul pemulia-pemulia yang semakin mumpuni dan menghasilkan varietas-varietas unggul baru. Varietas unggul baru tentunya akan sangat mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan negeri dengan 268 juta jiwa ini. Tane Han Saku!