JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta Barat masih menyimpan cerita tentang petani padi, salah satunya adalah kelompok tani Hizbul Wathon. Kelompok tani yang beranggotakan 15 orang ini menggarap 40 hektar lahan sawah dengan tiga varietas yang dibudidayakan yaitu inpari 33, inpari 42 serta mekongga. Dengan sistem irigasi yang sederhana kelompok tani ini dapat menanam sebanyak 5 kali dalam dua tahun. Melihat hal ini, potensi untuk meningkatkan indeks pertanaman di lokasi Hizbul Wathan masih cukup tinggi tentunya dengan penerapan teknologi dan efisiensi waktu panen dan pengolahan lahan.

Ana feronica, peneliti BPTP Jakarta menyampaikan bahwa telah diperkenalkan beberapa teknologi yang menjadi komponen paket jarwo super untuk peningkatan produktivitas padi. Teknologi yang telah diintroduksikan tersebut  adalah penggunaan bio dekomposer untuk mengolah limbah organik,  penggunaan pupuk organik sebagai pupuk dasar,  penggunaan PUTS (perangkat uji tanah sawah) dan BWD (Bagan warna daun) untuk efisiensi pemupukan. Difokuskan juga pengendalian hama terpadu dengan pengaplikasian pestisida hayati, penggunaan pupuk hayati sebagai treatment pada benih, dan aplikasi pestisida kimia secara terkontrol.

Pendampingan yang intensif masih sangat diperlukan agar petani dapat mengadopsi teknologi yang diintroduksikan.