JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permintaan bawang merah setiap tahun semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia. Konsumsi nasional bawang merah tahun 2020 mencapai 755.687 ton dengan rata-rata pertumbuhan 2,03% per tahun.

Urban farming saat ini menjadi salah satu solusi penting untuk pemenuhan kebutuhan bawang merah di tingkat rumah tangga. Budi daya bawang merah secara hidroponik merupakan salah satu cara yang menarik diterapkan di perkotaan. Hal ini selain karena estetikanya yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan juga sebagai dekorasi di pekarangan, dapat ditempatkan di lahan-lahan terbatas, juga hasilnya yang optimal tidak kalah dengan budidaya berbasis lahan.

Menyikapi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan hasil yang lebih variatif, BPTP Jakarta mengkaji budidaya bawang merah dengan sistem aquaponik. Peneliti BPTP Jakarta Emi Sugiartini secara khusus meneliti varietas bawang merah yang sesuai untuk dibudidayakan secara aquaponik. Terdapat 3 (tiga) varietas bawang merah Badan Litbang Pertanian yang diuji yaitu Bima, Sembrani dan Trisula. Pada penelitian ini, BPTP Jakarta bekerjasama dengan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang mengirimkan mahasiswa program sarjana untuk berperan aktif dalam kegiatan penelitian tersebut. Dengan sistem ini diharapkan selain memanen bawang merah masyarakat juga akan memanen ikan. Yang menariknya lagi, panen kedua komoditas tersebut dilakukan dengan luasan yang sama.