JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Permasalahan limbah merupakan salah satu permasalahan krusial di berbagai daerah, termasuk di DKI Jakarta. Dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, menjadikan kota Jakarta ini sebagai salah satu target pasar berbagai komoditas dari luar daerah, termasuk sayur-sayuran, buah-buahan, juga komoditas ternak seperti ayam, dan sebagainya. Supplai bahan pangan dari luar daerah Jakarta ini, selain memenuhi kebutuhan pangan warga Jakarta, juga menyisakan permasalahan limbahnya.

Tonase limbah yang dihasilkan sejumlah pasar dan rumah potong ayam maupun hewan di Jakarta, semakin meningkat dari waktu ke waktu. Namun tidak semua limbah yang dihasilkan tersebut merupakan sampah. Sebagai contoh, sekitar 70% limbah pasar merupakan limbah organik, yang jika ditangani dengan baik, dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi, salah satunya yaitu pakan ternak. BPTP Jakarta sudah melakukan berbagai kajian pemanfaatan limbah lokal di DKI Jakarta untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak, baik dari limbah sayuran pasar, limbah rumah potong, maupun limbah industri seperti ampas tahu.

Kajian pengolahan limbah sayuran pasar menjadi bahan pakan yang pernah dilaksanakan antara lain dengan melalui pembuatan tepung limbah sayuran, wafer limbah sayuran, serta silase limbah sayuran. Materi tentang pemanfaatan limbah sayuran tersebut kembali diangkat BPTP Jakarta dalam acara Webinar “Pemanfaatan Limbah Lokal Menjadi Food, Feed, Fertilizer”, yang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 22 September 2020, di Aula BPTP Jakarta.