JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta --  (22/09/2020), Limbah perkotaan merupakan satu permasalahan yang belum tertagani secara komprehensif, salah satunya di DKI Jakarta.  Namun, jika kita menilik kembali limbah tersebut, terdapat potensi yang dapat dimanfaatkan secara optimal. BPTP Jakarta mengadakan seminar online dengan tema  “Teknologi Pengolahan Limbah Perkotaan Menjadi Food, Feed dan Fertilizer”  untuk melihat kembali potensi limbah dan bagaimana cara memanfaatkannya.

Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A Arivin Rivaie, M.Sc menyatakan seminar ini dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ligkungan hidup, dan mengajak kepada stakeholder terkait untuk mengelola kembali limbah untuk mendapatkan nilai tambah baik secara manfaat maupun nilai tambah ekonomis.  Arifin juga menekankan, sistem pengelolaan limbah merupakan salah satu Grand Desain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2018-2022 yang telah diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta

Materi pertama webinar mengupas limbah pertanian menjadi produk pangan tinggi serat.  Budiyantoro, STp, MSc. menyatakan pemanfaatan limbah organik secara berurutan sesuai piramida pemanfaatannya adalah sebagai pupuk organik, bioenergi, pakan, pangan fugsional, komponen bioaktif, olahan pangan, dan yang tertinggi adalah produk siap saji.  Limbah kubis merupakan salah satu contohnya. Ternyata limbah kubis dapat diolah menjadi tepung yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan egg roll, spoge cake, dan juga biskuit.  Selain itu, limbah pada industri tahu pun dikupas tuntas pemanfaatannya menjadi nata de soya. Tentu saja hal ini akan menurunkan tingkat pencemaran ke sungai dan yang pastinya memberi nilai tambah ekonomi. 

Selanjutnya pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan pakan disampaikan oleh drh. Neng Risris Sudolar M.S. Pentingnya pemanfaatan limbah untuk pakan ternak karena biaya pakan merupakan biaya tertinggi dalam budidaya ternak sementara ketersediaan limbah melimpah.  Limbah yang digunakan tentunya masih memiliki nutrisi yang tinggi.  Sumber daya limbah lokal yang dapat digunakan sebagai bahan pakan adalah limbah organik pasar, limbah rumah potong, dan limbah industri seperti ampas tahu dan kulit kedelai.  Pemanfaatan limbah sebagai pakan dapat diolah berupa tepung limbah sayuran, wafer, silase, dan biokonversi limbah sayuran dengan BSF (Black Soldier Fly) yang menghasilkan magot sebagai sumber pakan. Risris menekankan untuk limbah yang masih memiliki nilai nutrisi tinggi sebaiknya diolah dahulu menjadi pakan, baru sisanya dimanfaatkan sebagai pupuk.

Sebagai bagian akhir, Lukman Hakim, M.Si memaparkan pemanfaatan limbah rumah tangga untuk pertanian. Teknik pengolahan yang dapat dilakukan diantaranya adalah pengomposan, vermikomposting, fermentasi cair dan pengelolaan dengan BSF. Lukman menyatakan pengomposan merupakan seni yang menggabungkan antara teknik, komposisi bahan, pengaturan kelembaban dan pemanfaatan aktivator. Vermikomposting merupakan pengolahan limbah organik dengan bantuan agen cacing.  Kompos yang dihasilkan dikenal dengan nama vermikompos dan memiliki kandungan hara dan enzim yang lebih tinggi dibandin kompos biasa. Selanjutnya pengelolaan menggunakan BSF menghasilkan 2 hal, pupuk organik dan juga magot yang dapat digunakan untuk pakan. Pengolahan limbah menjadi pupuk organnik merupakan hal yang paling mudah untuk dilakukan, dapat dilakukan di tingkat rumah tangga.

Webinar yang diikuti oleh 100 peserta melalui ruang zoom dan 151 peserta melalui youtube ini sangat menarik untuk diikuti. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta webinar dapat meningkatkan penguasaan terhadap teknologi pengolahan sampah organik perkotaan menjadi Food, Feed dan Fertilizer,  sehingga permasalahan limbah teratasi dan nilai tambah diperoleh.