JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- PSBB yang diterapkan oleh Gubernur Jakarta mengharuskan sebagian besar warga untuk beraktivitas dari rumah. Pengecualian bagi mereka yang bergerak di sektor pertanian mengharuskan beraktivitas di lahan-lahan untuk melakukan budidaya tanaman demi menjaga ketersediaan stok pangan masyarakat. Karena saat ini masyarakat cenderung merasa khawatir jika pandemi terus berlangsung maka akan berpengaruh terhadap ketersediaan stok pangan. Selain untuk memenuhi stok pangan masyarakat, kegiatan petani yang tetap berlangsung ini juga disebabkan karena kebutuhan keluarga mereka sendiri. Salah satu Poktan yang masih tetap melaksanakan budidaya tanaman adalah Kandang Besar.  

Poktan Kandang Besar Ujung Menteng, Cakung Jakarta Timur memiliki lahan garapan sawah yang berada di tengah-tengah perumahan padat penduduk. Luas lahan garapan sawahnya saat ini kurang lebih 8 ha. Petani penggarapnya sebagian merupakan warga pendatang dari daerah pantura Jawa Barat. Mereka sudah lama menggarap lahan sawah ini. Selain berbudidaya tanaman padi, anggota poktan Kandang Besar juga menanam komoditas hortikultura. Musim tanam ini, BPTP Jakarta mendiseminasikan varietas padi Inpari 32 dan Inpari Nutrizinc di Poktan Kandang Besar.

Ketatnya peraturan PSBB di DKI Jakarta tidak menghalangi semangat petani di Poktan kandang Besar untuk melakukan penanaman padi. Sepekan yang lalu, 26 April 2020 telah dilakukan kegiatan pindah tanam bibit padi varietas Inpari 32.  Selang waktu sepekan, Minggu 3 Mei 2020 juga dilaksanakan pindah tanam padi varietas Inpari Nutrizinc. Bibit yang digunakan berumur lebih dari 21 hari,  banyaknya hama keong mas yang menyerang lahan menyebabkan mereka menggunakan bibit tua. Harapannya tiga bulan ke depan bibit-bibit padi yang telah ditanam ini dapat dipanen memproduksi padi sesuai dengan hasil potensinya yaitu inpari 32 inpari 8.32 ton/ha dan Nutrizinc 9.98 ton/ha. Hasil panen ini akan bermanfaat memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat.