JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Kelompok Tani Maju sebagai salah satu kooperator kegiatan pendampingan padi BPTP Jakarta selalu menyambut dengan baik inovasi teknologi yang diintroduksikan kepada mereka. Musin tanam ini, Pak Abbas, salah satu anggota Koptan Tani Maju menanam VUB Inpari Nutrizinc seluas kurang lebih 1 ha.

Pencegahan serangan hama penyakit tanaman sejak awal dapat diupayakan, salah satunya dengan penggunaan bioprotektor. Aplikasi bioprotektor dengan cara penyemprotan sudah mulai dilakukan pada 16 April 2020, saat tanaman Inpari Nutrizinc ini berumur seminggu setelah pindah tanam. Penyemprotan ini akan dilakukan secara bertahap sampai tanaman padi Inpari Nutrizinc memasuki fase generatif. Harapan dari upaya ini adalah agar tanaman padi dapat terhindar dari serangan hama, penyakit dan berproduksi maksimal.

Bioprotektor merupakan biopestisida nabati hasil inovasi Dr. Wiratno dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Balitbangtan, yang dapat digunakan untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Bahan aktif yang dimiliki oleh bioprotektor terdiri dari eugenol, sitronellal, geraniol yang berasal dari cengkeh, sereh dan temulawak. Bahan aktif pestisida nabati ini ketika diaplikasikan ke pertanaman beberapa waktu kemudian akan terurai terutama setelah terkena cahaya/sinar matahari dan selanjutnya akan berfungsi sebagai pupuk organik sehingga secara langsung mampu memperbaiki pertumbuhan tanaman padi.