JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta Utara -- (16/03) - Indeks Pertanaman (IP) lahan sawah di wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara teridentifikasi masih IP 200 (2 kali tanam padi dalam 1 tahun), hal ini diketahui dari hasil koordinasi tim Peningkatan IP BPTP Jakarta dengan Pak Muhamad Soleh (petugas POPT Kec. Cilincing) di BPP Sukapura. Petani padi sawah umumnya tanam pada bulan Februari-April (MT-I) dan tanam lagi pada bulan Juli-September (MT-II), itu pun dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca di lapangan. Jadwal tanam bisa saja mundur karena tidak ada hujan (musim kering), terutama pada jeda antara MT-I dan MT-II. Petani juga belum menerapkan pola tanam serempak, sehingga jika dilihat, lahan sawah di Kecamatan Cilincing tetap ada tanaman padi dengan perbedaan umur tanamnya. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan serangan hama dan penyakit yang tidak terputus.

Terdapat potensi luasan sawah sekitar 300-an ha di Kec. Cilincing, dengan sebagian besar lahan sawah irigasi setengah teknis. Ada peluang peningkatan IP di lahan sawah ini untuk ditingkatkan pada waktu antara MT-I dan MT-II, yaitu dengan melakukan pergiliran tanaman yang umur tanamnya < 2-3 bulan, yaitu kacang kedelai. Selain untuk meningkatkan peluang pendapatan petani, pergiliran tanaman ini juga memungkinkan karena ada sebagian lahan yang bisa diatur ketersediaan airnya (dikeringkan/dialiri air). Menurut Pak Abbas, petani dari Poktan Tani Maju, petani tidak mampu jika harus menanam padi hingga 3 kali dalam 1 tahun, namun jika bertanam kedelai walaupun belum pernah dicoba, namun petani cukup berminat. Mengingat ada usaha industri tahu dan tempe yang kemungkinan bisa dijajaki kerjasama pemasarannya.

Tim Peningkatan IP juga menjajaki identifikasi CP/CL di Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur pada Poktan Tani Indah dengan Ketua Poktan Pak Hariri. Lahan sawah di Poktan ini mengalami pengurangan luasan dikarenakan adanya penggusuran lahan sawah untuk kegiatan proyek LRT, sehingga diperkirakan luas lahan produktif nantinya hanya sekitar 2 ha saja.