JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Rabu (29/01/2020) Temu Tugas Peneliti – Penyuluh Balitbangtan dan Penyuluh Daerah Provinsi DKI Jakarta telah dilaksanakan BPTP Jakarta. Kegiatan yang  mengangkat tema “Inovasi Pertanian yang Adaptif Menuju Usahatani Berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta”, dibuka oleh Arif Surachman, S.Pi., M.Sc., Ph.D, Kabag. Perencanaan Balitbangtan, sebagai perwakilan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Ada dua kata kunci dalam judul temu tugas ini. Pertama adalah adaptif, dimana komoditas yang akan diadaptasi ke petani dan masyarakat haruslah berkelanjutan. Kedua adalah usahatani, dimana komoditas tidak serta merta dikatakan unggul jika belum terdapat analisis usahataninya. Analisis usahatani harus disertakan untuk meyakinkan bahwa usahatani yang dijalankan memang menguntungkan untuk pelaku usahatani, dalam hal ini petani. K

Dalam pembukaan, Kepala BPTP Jakarta yang diwakili oleh Ka Sie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian, menyampaikan bahwa kegiatan Temu Tugas dimaksudkan agar tercapai hilirisasi penyampaian teknologi pertanian dari penelitian, pengkajian, pengembangan, hingga penerapan dan umpan balik dari seluruh stakeholder yang saling bekerjasama. Tidak hanya itu, diharapkan juga terjadi keselarasan antar peneliti dan penyuluh Balitbangtan dengan penyuluh daerah, sehingga teknologi pertanian dapat diaplikasikan oleh para petani.

Sejalan dengan hal tersebut, sebagai perwakilan Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Prov. DKI Jakarta, Ir. Didi Setiabudi, M.Si., menyampaikan temu tugas sangat penting karena masyarakat DKI Jakarta, kelompok tani, P4S, gapoktan, menunggu apa yang dapat dihasilkan secara cepat, efektif, dan efisien. Kolaborasi dan kerjasama untuk menjawab segala persoalan-persoalan pertanian perlu terus digalakkan. Apa yang dihasilkan juga perlu dijadikan uang untuk membawa jiwa kewirausahaan masyarakat.

Berdasarkan hasil rumusan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka persiapan pelaksanaan temu tugas, mayoritas permasalahan yang ditemukan di enam wilayah di DKI Jakarta adalah kurangnya teknologi dalam menunjang komoditas unggulan masing-masing.

Jawaban awal dari permasalahan tersebut disampaikan melalui pemaparan materi-materi pada temu tugas. Materi-materi tersebut adalah Kebijakan Pembangunan Pertanian di Provinsi DKI Jakarta (Ir. Didi Setiabudi, M.Si.), Peran BPTP dalam Kostratani (Ir. Sad Hutomo Pribadi, M.Si.), Peningkatan Produksi Komoditas Unggulan Provinsi (Dr. Ir. Nandang Sunandar, M.Sc.), Teknologi Perbenihan Padi (Ir. Sri Wahyuni, M.Si.), Sosialisasi Program Kostratani (Ir. I Wayan Ediyana, M.Si.), dan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Perkotaan (Ir. Andi Arnida Massusungan, M.Sc.).

Kegiatan temu tugas dihadiri oleh para penyuluh wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kabupaten Kepulauan Seribu, serta para peneliti dan penyuluh BPTP Jakarta. Diharapkan pelaksanaan Temu Tugas ini dapat menjadi penyampaian hilirisasi kepada seluruh stakeholder terutama para petani di Provinsi DKI Jakarta. Dengan demikian, komoditas yang adaptif dan unggul dapat berkesinambungan di DKI Jakarta.

Rumusan hasil pertemuan disampaikan tim perumus di akhir acara, dan dilanjutkan dengan penutupan oleh  Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc dengan harapan agar hasil pertemuan akan disusun dalam suatu buku rekomendasi untuk disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai referensi yang valid tentang inovasi pertanian adaptif di Provinsi Jakarta.