JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Padi merupakan aset yang dibanggakan di DKI Jakarta. Suatu kebanggaan tersendiri di Jakarta masih ditemui lahan sawah, meskipun tidak seluas di provinsi lain. Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Prov. DKI Jakarta, Darjamuni, saat memberikan sambutan acara Panen Bersama di Kelompok Tani Maju Bersama, Kel. Rororan, Kec. Cilincing, Jakarta Utara (Rabu, 22/01/2019).

Kadis KPKP mengunggapkan lahan sawah di Jakarta bukan hanya tempat untuk mencari nafkah, lebih dari itu, lahan sawah juga merupakan sarana edukasi dan warisan kepada generasi mendatang. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta membeli tanah di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, untuk dijadikan lahan sawah abadi.

“Kita juga mensyukuri, Pak Arivin dan satuan kerjanya membawa teknologi-teknologi baru dengan varietas-varietas baru untuk kita coba di lahan kita”, lanjut Kadis KPKP di sela-sela sambutannya.

Lebih lanjut, Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. Arivin Rivaie, M.Sc., menyampaikan “ke depan, kami akan rencanakan untuk membuat penangkaran benih padi untuk memenuhi kebutuhan benih di sini”.

Walaupun tidak banyak lokasi untuk usahatani, namun pertanian di Jakarta tetap menjadi perhatian bagi Gubernur. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, SIP., MSi. saat acara panen di wilayah  yang sempat terkena dampak banjir ini.

Saat ini, di Jakarta Utara masih ada sekitar 154ha lahan sawah yang siap dipanen. Luasan tersebut dimiliki oleh tiga kelompok tani (poktan), yaitu Tani Maju, Maju Bersama, dan Karang Tengah Jaya. Yang akan dipanen hari ini adalah lahan Poktan Maju Bersama yang memiliki garapan seluas 37ha, ujar Muhammad Sholeh yang menjabat sebagai Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Jakarta Utara.

Varietas Inpari 30 masih menjadi primadona petani di sini, ujarnya lagi.  Selain lebih kokoh, rasa nasinya lebih pulen.

Inpari 30, merupakan varietas unggul keluaran Badan Litbang Pertanian. Varietas ini cocok ditanam di daerah rawan banjir, dan tahan terhadap rendaman air selama 15 hari. Karena keunggulannya tersebut, Inpari 30 memiliki nama lain varietas amphibi.

Selain panen bersama, dilakukan juga penyerahan bantuan benih kepada kelompok tani yang terkena dampak banjir.