JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) terus membangun ketahanan pangan melalui beberapa pendekatan metode seperti family farming, lumbung pangan, maupun kebun sekolah.

Penerapan kebun sekolah untuk menarik minat generasi muda di sektor pertanian dilakukan melalui program Pertanian Masuk Sekolah (Tani MaS). Upaya penerapan program Pertanian Masuk Sekolah (Tani MaS) sebagai materi pembelajaran siswa dianggap penting untuk mengatasi masalah regenerasi petani.

Kamis, 12 Desember 2019, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Jakarta melaksanakan kegiatan Bimtek Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mas) di SMAN 109 Jakarta.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala BPTP Jakarta, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta,  Kepala Sudin KPKP Wilayah Jakarta Selatan, Kasatlak Pertanian Jakarta Selatan, Koodinator Penyuluh Pertanian Jakarta Selatan, Kepala SMA Negeri 109 Jakarta , Ketua Komite SMAN 109,  Orang Tua Siswa, Guru-Guru SMA 109,  Peserta Didik, Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta.

Siswanto, S.Pd, (Mewakili Kepala SMAN 109 Jakarta) menyampaikan Bimtek ini diharapkan dapat memotivasi generasi Muda Cinta Pertanian, sehingga terwujud regenerasi profesi petani. Dengan meningkatnya minat dan kecintaan generasi muda pada sektor pertanian, diharapkan akan mampu mendongkrak hasil pertanian Indonesia. Selain itu, diharapkan dengan melimpah sayuran dan buah-buahan dan mendorong peningkatan konsumsi sayuran. 

SMA 109 Jakarta saat ini sudah mempunyai green Schools klub. Dengan Tani MaS ini diharapkan akan menambah semangat baru untuk terus memproduksi sayuran di sekolah.

Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc, menyampaikan bahwa setiap individu dari 267 juta penduduk tidak boleh lapar (UUNo.18/2012) harus cukup pangan, namun bukan sekedar cukup pangan, tetapi harus berkualitas, sehat, aktif, dan produktif, terutama generasi mudanya. Ditambah lagi tren penurunan minat generasi milenial di bidang pertanian, bukan hanya di Indonesia saja, tapi di seluruh Dunia.  Sejalan dengan Deklarasi the UN Decade of Family Farming (UNDFF) harus ada peningkatan generasi muda pertanian keluarga yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Tani MaS ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian, menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur, serta meningkatkan ketersediaan dan akses pangan.

Kegiatan diisi dengan materi terkait inovasi teknologi urban farming mendukung  program pertanian masuk sekolah yang disampaikan oleh Dr. Indarti Puji Lestari, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) dan Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian melalui Pengomposan yang disampaikan oleh Lukman Hakim, M.Sc.

Acara diakhiri dengan praktek budidaya pertanian perkotaan antara lain  semai bibit, pemindahan tanaman baik di polibag maupun di lahan, hidroponik, serta  pengolahan limbah (vermicomposting) yang dipandu oleh Ir. Adriani dan Muhamad Nur, A.Md.

Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP DKI Jakarta, Taufik Yulianto, menyampaikan terima kasih kepada BPTP Jakarta selaku pendamping dalam kegiatan Tani Mas ini. Beliau berharap dengan adanya percontohan  di sekolah ini menjadi pemicu atau teladan di tahun depan, dengan target tahun depan akan bertambah hingga 10 sekolah. Tahun ini SMAN 109 Jakarta dan SMK 63 Jakarta terpilih sebagai Pelaksana Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mas).