JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Cabai merupakan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian yang memegang peranan penting mempengaruhi nilai inflasi. Untuk itu, upaya peningkatan produktivitas cabai terus digalakkan. Demikian sambutan Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc. dalam sambutan “Bimbingan Teknis Pengendalian OPT Cabai”.

Lebih lanjut, Kepala Balai menyampaikan, BPTP Jakarta memiliki tugas melakukan pendampingan teknologi budidaya cabai. Salah satu bentuk pendampingan pada tahun 2019 ini, dilakukan pada kawasan cabai bersama-sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Prov. DKI Jakarta. Lokasi yang menjadi kawasan cabai adalah Kelompok tani Garden Jaya, Rorotan Jakarta Utara, Kelompok tani Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur, Kelompok tani maju Makmur Bersama, Kelurahan Ulu Jami, Jakarta Selatan, Kelompok Tani Kebun Berseri, dan Kelompok Tani Bintaro, Jakarta Selatan

“Bimtek ini merupakan langkah strategis dan mutlak dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam melakukan budidaya cabai, khususnya pada pengendalian hama dan penyakit”, lanjut Ka Balai. Dalam pelatihan disampaikan teknik pengendalian hama penyakit cabai yang ramah lingkungan. Pengendalian dengan pestisida kimia merupakan pilihan yang terakhir.

Sementara, Sekretaris Camat Pesanggrahan, Teguh Arifianto, sangat mengapresiasi kegiatan pendampingan cabai ini di wilayahnya. Dan berharap pemantauan dan pendampingan terus dilakukan BPTP Jakarta kepada kelompok-kelompok tani yang ada.

Bimtek yang diadakan pada Rabu, 20 Nopember 2019, bertempat di Kelompok Tani Makmur Maju Bersama (MMB), Kelurahan Ulu Jami, Kecamatan Pasanggarahan, Jakarta Selatan, dihadiri oleh Kepala Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta yang diwakili oleh Kabid Pertanian Perkotaan, Taufik Yulianto; Wakil Lurah Ulu Jami, Sekretaris Camat Pasanggarahan, Kelompok tani Garden Jaya, Kelompok Tani Banjir Kanal Timur, Kelompok Tani Maju Makmur Bersama, Kelompok Tani Kebun Berseri, Penyuluh dan Peneliti BPTP Jakarta.

Materi yang diberikan dalam bimtek adalah teori dan praktek. Untuk materi organisme pengganggu tanaman cabai dan teknik pengendaliannya, disampaikan oleh Dr. Anna Veronica, C.I, MP (Peneliti Budidaya BPTP Jakarta). Pada materi ini dijelaskan tentang berbagai penyakit cabe, pestisida nabati, aplikasi bioprotektor, dan pestisida hayati . Sementera, pengenalan hama cabai, aplikasi veromon, aplikasi perangkap kuning, refugia, disampaikan oleh Bapak Hasan (POPT Jakarta Utara). Selanjutnya, praktek pindah tanam, pemasangan ajir, dan pembuangan tunas air dipandu oleh penyuluh/teknisi BPTP Jakarta.

Di akhir acara peserta diajak berkunjung ke lokasi Bintaro. Semoga dengan bimbingan teknis pengendalian OPT ini, petani dan petugas pendamping baik dari BPTP maupun Dinas Pertanian dapat lebih meningkatkan pemahamannya dan mengaplikasikannya di lapangan.