JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor -- Selasa, 12 November 2019.  BPTP Jakarta kembali mengikuti Bimtek yang dilakukan BBSDLP mengenai Update Verifikasi Luas Baku Sawah Indonesia di Bogor. Acara diisi dengan pemaparan materi dari LAPAN dan BPPT. Materi dari LAPAN mengenai Dukungan LAPAN dalam Verifikasi Lahan Baku Sawah, disampaikan oleh Ka. Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, yaitu Dr. M. Rokhis Komaruddin. Sedangkan materi dari BPPT mengenai Estimasi dan Peramalan Luas Panen Padi dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA) disampaikan oleh Koordinator Tim KSA, yaitu Ir. Heri Sadmono, M.Sc. Hadir pula Kepala Balitbangtan sebagai pengarah kegiatan ini.

Beberapa arahan dari Kepala Balitbangtan antara lain: 1. Bimtek dihadiri oleh Tim GT dan SC BPTP seluruh Indonesia, serta Tim Pemetaan BBSDLP, 2). Dalam pengarahannya Bapak Ka Balitbangtan menyampaikan bahwa hasil verifikasi Lahan Baku Sawah harus sudah diperoleh paling lambat tanggal 20 Nov. 2019, 3). Bapak Menteri Pertanian akan mendesain Agriculture War Room, Ka. Balitbangtan memposisikan bahwa SI Katam Terpadu adalah salah satu substansi utama di dalam AWR tersebut, 4). Tahun 2020, Balitbangtan akan "menghidupkan" kembali SI Katam Terpadu dengan tampilan baru yg mudah diakses dan difahami banyak pihak, termasuk Bapak Menteri Pertanian, 5). Data standing crop menggunakan citra satelit sentinel-2 (ke depan bisa jadi akan berkembang dgn pemanfaatan sentinel-1 juga) dan pemanfaatan informasinya, juga merupakan substansi yg harus ada dalam AWR tersebut, 6. Tim Katam Pusat dan Tim GT & SC berusaha maksimal untuk menfinalkan Hasil Verifikasi Luas Baku Sawah sebelum tgl 20 November 2019, dan informasi Standing Crop Citra Sentinel-2 seluruh Indonesia dalam 2 bulan ke depan.

Sebagai penutup agenda hari pertama ini adalah penyampaian materi Penggunaan Aplikasi Avenza, yang dilakukan oleh Tim BPSDLP, sebagai pengantar agenda hari berikutnya. Kegiatan Bimtek direncanakan dilaksanakan sampai 13 Nov. 2019.