JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor -- Sebagai rangkaian dari kegiatan Bimtek Membangun Pertanian Perkotaan 4.0 Mendukung Gerakan Petani Milenial, Kamis (7/11/2019) Tim pendampingan petani milenial BPTP Jakarta bersama dengan Penyuluh dan Petani Milenial DKI Jakarta melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro). Mewakili Kepala Balittro, rombongan disambut oleh Kasie Jasa Penelitian Dra. Nur Maslahah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa untuk pertanian perkotaan tanaman obat juga dapat dibudidayakan secara hidroponik, seperti cincau hitam dan daun mint. Daun mint dapat dimanfaatkan sebagai bahan Infused water. Beliau juga menyampaikan bahwa mendukung program Kementan untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia, Balitro melakukan distribusi benih rempah gratis untuk masyarakat.

Mendorong terwujudnya pertanian perkotaan ramah lingkungan, Petani Milenial DKI Jakarta mempelajari pestisida nabati dan pestisida alami yang merupakan bagian dari praktek pertanian organik. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Agus Kardinan, M.Sc. Petani Milenial DKI Jakarta mendapatkan materi pengenalan jenis tanaman bahan baku pestisida nabati, cara pembuatan petisida nabati, pengembangan minyak atsiri sebagai pestisida nabati, pemanfaatan agens hayati, pemanfataan bahan mineral sebagai pestisida alami.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Kawasan Wisata Ilmiah (KWI) Tanaman Obat Badan Litbang Pertanian yang terletak di Jalan Tentara Pelajar, Cimanggu, Bogor, merupakan salah satu kawasan agroinovasi pusat inovasi Badan Litbang Pertanian. Ada 400 jenis tanaman rempah, obat dan atsiri di KWI Tanaman Obat ini seperti: serai wangi, akar wangi, brotowali, dan lain-lain. KWI ini menyajikan wisata edukasi untuk para pengunjung berupa kelompok tanaman yang mempunyai daya tarik spesifik mulai dari cara budidaya, pengolahan sampai kepada khasiatnya.