JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Dalam rangka mengantarkan teknologi dalam genggaman petani pintar, Rabu (6/11/2019), BPTP Jakarta melaksanakan Bimtek Membangun Pertanian Perkotaan 4.0 Mendukung Gerakan Petani Milenial. Bimtek ini bertujuan untuk mengajak petani dan penyuluh agar lebih aktif dalam menerapkan teknologi digital yang semakin berkembang. Pada kesempatan ini, peserta bimtek diperkenalkan dengan aplikasi perpustakaan digital iTani oleh Sheila Savitri, S.Sos (BPTP Jakarta).

iTani adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan Kementrian Pertanian Republik Indonesia yang dikembangkan oleh Pustaka Kementan berkerjasama dengan PT. Woolu Aksaramaya. iTani merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook. Dengan fitur-fitur media sosial pembaca dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain, memberikan rekomendasi buku yang sedang di baca serta menyampaikan ulasan buku. Membaca ebook di iTani jadi lebih menyenangkan karena Anda dapat membaca ebook secara online maupun offline.

Jelajahi fitur-fitur unggulan iTani, meliputi: 1) Koleksi Buku. Ini adalah fitur yang mengantarkan Anda menjelajahi ribuan judul ebook yang ada di iTani. Pilih judul yang Anda inginkan, pinjam dan baca hanya dengan ujung jari Anda; 2) ePustaka. Fitur unggulan iTani yang memungkinkan Anda bergabung menjadi anggota perpustakaan digital dengan koleksi beragam dan menjadikan perpustakaan berada dalam genggaman; 3) Feed. Untuk melihat semua aktifitas pengguna iMedan seperti informasi buku terbaru, buku yang dipinjam pengguna lain dan beragam aktifitas lainnya; 4) Rak Buku; 5) Merupakan rak buku virtual milik Anda dimana semua riwayat peminjaman buku tersimpan di dalamnya; 6) eReader : Fitur yang memudahkan Anda membaca ebook di dalam iTani. Dengan iTani, membaca buku jadi makin mudah dan menyenangkan.

Menuju era Pertanian 4.0 selain aplikasi iTani, Balitbangtan Kementan RI juga mengembangkan Aplikasi TAKESI (Teknologi Android Kesehatan Sapi), KATAM (Kalender Tanam) dan myAgri (aplikasi pendukung PHT). Disamping aplikasi tersebut petani milenial juga dapat mengakses berbagai inovasi Balitbangtan melalui sosial media berbagai UK/UPT lingkup Balitbangtan dan Kementan.