JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Balitbangtan Kementan RI telah mengembangkan Aplikasi teknologi informasi pertanian menuju era Pertanian 4.0 diantaranya TAKESI (Teknologi Android Kesehatan Sapi), KATAM (Kalender Tanam), myAgri (aplikasi pendukung PHT) dan iTani (aplikasi perpustakaan online). Disamping aplikasi tersebut petani milenial juga dapat mengakses berbagai inovasi Balitbangtan melalui sosial media berbagai UK/UPT lingkup Balitbangtan dan Kementan. Dalam rangka mengantarkan teknologi dalam genggaman petani pintar, Rabu (6/11/2019), BPTP Jakarta melaksanakan Bimtek Membangun Pertanian Perkotaan 4.0 Mendukung Gerakan Petani Milenial. Bimtek ini bertujuan untuk mengajak petani dan penyuluh agar lebih aktif dalam menerapkan teknologi digital yang semakin berkembang. Pada kesempatan ini, peserta bimtek diperkenalkan dengan aplikasi pendukung PHT myAgri oleh Dr. Tonny K. Moekasan (Balitsa).

myAgri adalah aplikasi tentang budidaya tanaman sayuran berbasis android yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran bekerjasama dengan Wageningen University and Research, Belanda. Versi 1.0 dari Aplikasi ini diluncurkan pada Agustus 2015, update versi 2.0 diluncurkan pada tanggal 22 Juni 2019. Sampai dengan sampai dengan Juli 2019 aplikasi myAgri telah digunakan di 32 negara dengan pengguna aktif sebanyak 36.000 orang/hari.

Fitur utama yang menjadi unggulan dari aplikasi MyAgri, yang membedakan aplikasi MyAgri dengan aplikasi pertanian lainya berbasis mobile antara lain: 1) Cari Pestisida. Memudahkan petani memperoleh informasi pestisida; 2) OPT Tanaman Sayuran. Memudahkan petani mengenal jenis-jenis OPT tanaman sayuran; 3) Info Harga Sayuran. Memudahkan petani mengetahui info harga komoditas sayuran di pasar; 4) Info Cuaca. Memudahkan petani memperoleh info ramalan cuaca; 5) Tanya Pakar. Memudahkan petani untuk bertanya ke pakar pertanian sayuran dari BALITSA; 6) Video Budidaya Sayuran. Memudahkan petani menyaksikan tatacara budidaya sayuran.