JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Jakarta memang minim lahan pertanian. Dengan keterbatasan tersebut, kita harus kreatif untuk memanfaatkan sisa ruang yang ada untuk tetap bisa melakukan budidaya pertanian. Demikian sambutan Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc. dalam pembukaan Bimbingan Teknis Membangun Pertanian Perkotaan 4.0 Mendukung Gerakan Petani Milenial.

Lebih lanjut, Kepala Balai menyampaikan, Indonesia bertekad untuk bisa menjadi lumbung pangan dunia, maka pertanian Indonesia harus terus maju. Untuk itu, petani milenial sekarang diharapkan bisa mengembangkan dan mengawinkan teknologi-teknologi sekarang ini dengan revolusi industri 4.0.

Bimtek yang diadakan pada Rabu-Kamis, 6-7 November 2019, tidak saja menghadirkan materi terkait budidaya tanaman, tetapi juga aplikasi yang mendukung pertanian secara milenial tersebut. Rabu (6/11/2019), peserta akan menerima materi mengenai Budidaya Tanaman Sayuran di Bawah Naungan (Protected Cultivation) dengan Sistem Hidroponik disampaikan oleh Dr. Ir. Nikardi Gunadi, MS., peneliti asal Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang. Budidaya tanaman di bawah naungan (protected cultivation) merupakan teknis produksi sayuran yang dapat mengatasi maasalah pengusahaan tanaman sayuran di lahan terbuka. Teknik ini terdiri dai setiap perlindungan fisik dengan tujuan utama untuk mengendalikan factor cuaca yang menganggu perkembangan tanaman. Yang menarik dari budidaya model ini adalah, hasil produksi dapat lebih tinggi, kulitas produk lebih baik, dapat memperpanjang masa panen, hingga efisien dalam penggunaan pupuk dan pestisida. Pada umumnya, tanaman sayuran yang dibudidayakan di bawah naungan menggunakan system hidroponik.

Materi kedua adalah pengenalan aplikasi myAgri. MyAgri merupakan system informasi teknologi budidaya tanaman sayuran berbasis mobile yang disusun dan dikembangkan oleh Balitsa. Aplikasi ini dapat memudahkan petani dalam memperoleh infromasi mengenai pestisida, mengenal jenis-jenis organism pengganggu tanaman sayuran, hingga informasi harga komoditas sayuran di pasar. Materi myAgri disampaikan oleh Ir. Tonny Koestani Moekasan dari Balitsa.

Materi ketiga adalah pengenalan aplikasi iTani. iTani merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook. Aplikasi keluaran Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Bogor. iTani berisi ribuan informasi terbitan UK/UPT lingkup Kementan, mulai dari teknis budidaya, hingga kebijakan dan peraturan. Materi iTani disampaikan oleh pustakawan BPTP Jakarta, Sheila Savitri, S.Sos.

Pada hari kedua bimtek (Kamis, 7/11/2019), para peserta akan diajak berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor. Sebagai salah satu dukungan dalam gerakan pertanian yang ramah lingkungan, bimtek ini akan memberikan materi mengenai pestisida nabati yang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Agus Kardinan, M.Sc. Dan di akhir materi, akan dilakukan studi banding usahatani hidroponik sayuran di kebun gizi hidroponik BMH di Pesantren Hidayatullah Depok.