JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Vertiminaponik merupakan kombinasi antara budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik dan budidaya ikan (aquakultur). Budidaya tanaman secara vertikal saling mendukung dengan budidaya ikan yang ada dibawahnya. Dengan sistem ini diharapkan sisa pakan dan kotoran ikan yang mengandung hara pada budidaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk oleh tanaman yang dibudidayakan diatasnya.

Keuntungan bertanam menggunakan cara vertiminaponik diantaranya adalah dapat ditanam kapan saja atau tidak mengenal musim, lebih hemat air penyiraman, tidak menggunakan pupuk anorganik, lebih efisien waktu dan tenaga untuk penyiraman, kualitas air lebih terjaga dan hasil produksi tanaman lebih aman dikonsumsi. Salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan secara vertiminaponik adalah Kangkung.

Kangkung (Ipomoea spp.) merupakan salah satu sayuran daun yang paling populer di Asia Tenggara. Kangkung dikenal juga dengan ’swamp cabbage’, ’water convolvulus’, dan ’water spinach’. Tanaman kangkung berbunga dengan warna yang beragam dari putih sampai merah muda, dan batangnya dari warna hijau sampai ungu. Daunnya merupakan sumber protein, vitamin A, besi dan kalsium. 

Pada hari Senin, 4 November 2019 Kelompok Tani Sehati, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat melakukan panen sayuran kangkung secara vertiminaponik dalam rangka pelaksanaan kegiatan BPTP Jakarta yaitu pengkajian “Hidroponik Pascapanen Sayuran”.

Acara panen kali ini dihadiri oleh Ibu Siti Marwah Hamid (Kasatlak Sudin KPKP Jakarta Pusat), Bapak Teguh Kurniawan (PPL Kecamatan Menteng), Bapak Burhani (Penyuluh Sudin KPKP Jakarta Pusat), Bapak Agus (Champion Kelompok Tani Sehati) serta Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta.

Panen hari ini hasilnya memuaskan, dari 16 talang yang dipanen diperoleh sekitar 6 kg kangkung dengan kualitas baik. Hal ini terjadi tentunya karena keseriusan, ketekunan dan kesabaran Bapak Agus dalam menjaga dan merawat tanaman kangkung dengan baik.

Setelah selesai dipanen, kangkung kemudian dicuci menggunakan air mengalir untuk menghilangkan sisa tanah yang melekat pada akar. Selanjutnya kangkung yang sudah dibersihkan akan dijadikan sampel untuk perlakuan penyimpanan dan pengemasan. Pengujian dilakukan di Laboratorium Pascapanen BPTP Jakarta.