JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Hijaunya daun bergoyang tertiup angin terlihat indah, seakan menyambut mentari pagi, mengantar Tim BPTP Balitbangtan Jakarta untuk mengadakan Bimbingan Teknis Budi Daya dan Pengendalian Hama Penyakit Bawang Merah di RPTRA Mustika, Jakarta Timur.

Bimtek diadakan pada 31 Oktober 2019 dan dibuka oleh Dra. Dyah Pitaloka, M.Si, Kasie KSPP, yang mewakili Kepala BPTP Jakarta. Pada sambutannya, disampaikan bawang merah tidak luput dari keseharian para ibu-ibu rumah di dapur, bila tidak ada bawang seperti ada yang hilang.  Komoditas dengan nilai ekonomis tinggi ini, dapat dibuat olahan lanjut seperti bawang goreng, pasta bawang merah, ataupun olahan lainnya yang dapat dijadikan usaha skala kecil ataupun menengah.

Ketua Kelompok Tani Mustika, Bakti Prakoso, SE. menyampaikan  pengembangan lahan di Kelompok Tani Mustika diarahkan menjadi edukasi wisata tanaman sayuran dan olahan hasil. Lahan ini juga tani  dijadikan juga laboratorium mini untuk kajian kajian internal kelompok.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Ana Feronika C.I. S.P., M.P,peneliti BPTP Jakarta mengenai HPT Bawang merah. Pengetahuan yang disampaikan bukan untuk menakut nakuti sehingga petani tidak mau bertanam bawang, tapi mewaspadai serangan dengan mengetahui gejalanya sehingga kita dapat mengendalikan nya sebelum terserang, kerugian akan hama ini sangat besar, diantara hama yang menyerang di pertanaman  antara lain hama utamanya hama, ulat bawang {S. exigua}, Ulat Grayak Spodopter litura,dan Trips (Thrip tabaci) dan masih banyak lagi hama ulat ulatan baik yang menyerang pada siang hari maupun malam hari, ulat ulat ini sangat merugikan untuk penyakitnya antara lain, Layu Fusarium (Fusirium oxyporum atau ngoler yng di sebabkan jamur, Fusarium Basal Rot/Busuk umbi, Trotol/mati pucuk (Alternaria Porri) belum serangan dari virusnya.  nah apa yang perlu kita lakukan bila ada serangan serangan seperti itu ?  Pasti kita menyiapkan pestisida untuk mengendalikannya. Kalau sesuaiaturan tidak maslah akantetapi bila berlebih penggunaanya pestisidanya justru kita mengalami kembali kerugian selain hama penyakitnya menjadi  kebal dan musuh alami hamanya juga ikut mati.

Solusi yang ditawarkan pada bimtek adalah dengan menggunakan Teknologi pengendalian ramah lingkungan. Secara luas diterangkan inti dari pengendalian ramah lingkungan, yaitu 1) Kesesuaian lahan dan musim, 2) pemilihan var. unggul 3) pengendalian fisik, 4)Teknik bercocok tanam 5) Pengendalian biologi,  terakhir 6) Pengendalian kimia.

Jangan pernah takut mencoba bertanam bawang, menurut narsum semua tergantung pada awal kita mulai bertanam, pengolahan tanah yang baik, pembersihan gulma sebagai inang penyakit, pemupukan tepat waktu dan yang terpenting juga menggunakan Bio pestisida aman atau dengan insektisida hayati maupun Insetisida Nabati.Selama bawang merah dibutuhkan di dapur maka dia tak kan hilang dari hati ibu ibu, bawang merah tetap di rindukan …jadikan tanaman bawang merah  teman di keluarga, dapat di tanam dilahan sempit maupun dalam pot…semangat dan sukses.