JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Minimnya luas lahan pertanian di DKI Jakarta, khususnya lahan sawah memerlukan upaya untuk mengoptimalkan produktivitas usahatani yang ada. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah intensifikasi dengan meningkatkan kesuburan tanah, melalui aplikasi pupuk hayati. Salah satu inovasi pupuk hayati Badan Litbang Pertanian adalah pupuk hayati agrimeth. Introduksi pupuk hayati agrimeth telah dilakukan di Kelompok tani Kandang Besar, Cakung, Jakarta Timur.    

Penggunaan pupuk hayati Agrimeth memberikan beberapa manfaat, antara lain menghemat biaya produksi, meningkatkan produktivitas tanaman, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik N  P dan K, memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah serta membantu tanaman dalam perolehan hara dalam tanah.

Selain melakukan introduksi pupuk hayati agrimeth, BPTP Jakarta juga telah melakukan intrduksi Varietas Unggul Baru Inpari 33 dan Inpari 42 di Kelompok Tani Kandang Besar, Cakung, JakartaTimur. Inpari 33 memelilik karakteristik bentuk gabah panjang ramping, warna gabah kuning bersih dan tekstur nasi sedang. Sedangkan, Inpari 42 memiliki karakteristik bentuk gabah ramping, warna gabah kuning jerami dan tekstur nasi pulen.

Inpari 33 diminati petani karena ketahanannya terhadap hama wereng. Sementara, Inpari 42 diminati petani karena daun benderanya yang tegak dan lebih tinggi dari malai. Hal ini memberikan keuntungan karena lebih tahan terhadap hama burung, yang merupakan hama paling mengganggu tanaman padi di DKI Jakarta.

Introduksi teknologi Badan Litbang Pertanian kepada petani diharapkan dapat membantu petani dan menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan usahatani yang ada. Jayalah pertanian Indonesia, sejahteralah petaninya.