JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor -- Memasuki Era Industri 4.0, secara tidak langsung menuntut perpustakaan maupun pengelola/pustakawannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya. Perpustakaan harus melakukan inovasi untuk bertransformasi agar tidak ditinggal oleh penggunanya. Menyadari akan hal tersebut, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menyelenggarakan Seminar Nasional Perpustakaan 2029 dengan mengangkat tema “Tata Kelola Perpustakaan di Era Industri 4.0”. Kegiatan diselenggarakan di Kantor pusat PUSTAKA pada 17/09/2019.

Penyelenggaraan Semnas Perpustakaan 2019 bertujuan untuk memberikan wadah bagi pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan untuk mendiseminasikan karya tulis ilmiah (KTI)  hasil penelitian dan tinjauannya kepada koleganya. Seminar ini juga memberikan kesempatan kepada pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan untuk sharing informasi dan pengetahuan dalam wadah pertemuan ilmiah. Melalui seminar, diharapkan dapat meningkatkan wawasan pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan mengenai pengelolaan perpustakaan digital di era Industri 4.0.

Dalam pembukaan, Kepala PUSTAKA, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si., menyampaikan tantangan perpustakaan di Era Revolusi Industri 4.0 adalah perpustakaan harus mampu bertransformasi, bagaimana perpustakaan harus lebih dekat dengan penggunanya. Perpustakaan harus dapat sebagai bridging penciptaan invensi dan mendorong penciptaan invensi-invensi baru.

Lebih lanjut Ka PUSTAKA menyampaikan, seminar dapat dijadikan sebagai wahana tukar informasi dan knowledge. Perpustakaan tidak saja menjadi pusat informasi dan edukasi, namun juga menjadi ruh yang dapat menjadikan nilai tambah kepada masyakarat.

Hadir sebagai keynote speaker, Kepala Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hendro Subagyo, M.Eng. dengan materi Tata Kelola Perpustakaan Digital Di Era Revolusi Industri 4.0. Dalam paparannya disampaikan untuk menuju perpustakaan 4.0, ada tigahal yang harus disiapkan, yaitu teknologi, SDM, dan ekosistem.

Dalam seminar nasional, dipresenstasikan 11 makalah dari pustakawan, akademisi,dan praktisi perpustakaan yang terjaring melalui calling for paper. Pemrasaran berasal dari Universitas Padjajaran, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, Universitas Diponegoro, Institut Agama Islam Negeri Curup, Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, PUSTAKA, dan Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian. Seminar sendiri dihadiri oleh 105 orang.