JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- (5/09/2019), Komoditas pertanian yang fluktuatif salah satunya adalah tanaman cabai, mengapa? karena pada saat tertentu harga cabai dapat melonjak tinggi dan juga harga cabai dapat turun secara drastis hingga harganya rendah.  Fluktuasi ini yang harus di waspadai petani kapan saat yang tepat dalam menanam untuk menyesuaikan saat panen agar harga cabai masih tinggi

DKI Jakarta meski dengan luasan lahan yang terbatas, tapi kontribusi dalam pemenuhan pertanaman cabai cukup diperhitungkan.  Tahun ini, BPTP Jakarta bersama Dinas KPKP DKI Jakarta bersama-sama akan mengembangkan budidaya tanamana cabai seluas lima ha di tiga wilayah kota administrasi yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Plt. Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP, Suharini Eliawati, MSi dalam sambutannya, menyambut baik kerjasama percontohan cabai ini, bahwa Jakarta masih mempunyai lahan yang di tanam serta petani yang mempunyai semangat yang tinggi dalam becocok tanam.

Syarifah Aminah, SP, M.Si, selaku Plh Kepala BPTP Jakarta, menyebut bahwa kerjasama percontohan pertanaman cabai ini menjadikan momen yang sangat penting karena dapat menjadi peluang dalam pemenuhan kebutuhan cabai di Jakarta yang dapat di hasilkan sendiri oleh petani Jakarta, selain itu BPTP Jakarta mendampingi percontohan cabai  disisi teknologinya.

Dalam menunjang keberhasilan yang akan di capai sebelum bertanam, DKPKP dan BPTP Jakarta melaksanakan Pelatihan, dengan menghadirkan  dua narasumber dari DKPKP, Sutrisno, S.PKP ( Penyuluh senior dalam budidaya cabai) dan  Dr. Ir. Bagus Kukuh Urdianto, MP, (Peneliti dari Balitsa.

Pada kesempatan ini beliau memaparkan langkah langkah yang harus di persiapkan dalam berbudidaya cabai dari mulai lokasi, kondisi lahan, cuaca hingga pemberian pemupukan yang berimbang dan tepat sasaran.

Sementara, Dr. Ir. Bagus Kukuh Urdianto, MP, Narasumber dari Balitsa,  menyampaikan mengenai pengendalian hama penyakit. Mengupas tuntas cara mengendalikan baik hama maupun penyakit yang menyerang, yang terpenting adalah dalam pencegahan dan pemeliharaan selama proses pertumbuhan hingga menghasilkan.

Melihat antusias baik dari BPTP Jakarta, DKPKP DKI Jakarta serta Kelompok tani dari tiga wilayah yaitu Jakarta Utara, Selatan dan Timur, ada harapan yang membahagiakan, semoga kerjasama ini dapat mensejahterakan Petani DKI Jakarta.