JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu penting bagi suatu rumah tangga untuk dapat mengakses pangan dengan mudah dengan memanfaatkan sumberdaya atau asset yang mereka miliki, sehingga pangan dapat tersedia setiap saat untuk kebutuhan keluarga. Namun di Ibukota saat ini sudah sulit melakukan budidaya secara konvensional karena keterbatasan lahan. Oleh karena itu, diperlukan ilmu pengetahuan dari para ibu rumah tangga untuk dapat mengaplikasikan pertanian perkotaan seperti hidroponik dan akuaponik.

Selasa (03/09/2019), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian mengadakan Pelatihan Inovasi Teknologi Urban Farming yang diadakan di BPTP Jakarta. Pelatihan ini diajukan oleh Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) untuk memperkenalkan konsep urban farming kepada anggota-anggota KPPG melalui pelatihan dengan tema “Pelatihan Urban Farming / Bercocok Tanam untuk Rumah Tangga”. Rencana kegiatan pelatihan ini juga sebagai salah satu upaya mendukung program swasembada pangan oleh pemerintah. Peserta yang hadir berjumlah 75 orang dan dibagi menjadi dua kelompok saat mengikuti pelatihan.

Diawali dengan pembukaan oleh Syarifah Aminah, SP, M.Si sebagai Plh. Kepala BPTP Jakarta menyampaikan kegunaan dari urban farming sebagai salah satu upaya untuk mensiasati keterbatasan lahan di Jakarta serta rencana Big Aquaponik yang akan dilaksanakan di BPTP Jakarta.

Selanjutnya, Risweki Deflita, SE, MP yang mewakili Kepala Bidang Penyelenggaraan Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan Badan SDM Pertanian menyampaikan bahwa Badan SDM Pertanian bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian menyetujui mengadakan pelatihan urban farming untuk KPPG yang difasilitasi oleh BPTP Jakarta. Narasumber pelatihan urban farming tersebut adalah Indrarti Puji Lestari, SP, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta).

Setelah pembukaan, Simbolis pemberian satu paket bibit sayuran (terong, tomat, cabai) diserahkan oleh Syarifah Aminah, SP, M.Si selaku Plh. Kepala BPTP Jakarta kepada Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MP selaku Ketua KPPG. Paket bibit sayuran ini juga akan dibagikan kepada seluruh peserta KPPG yang mengikuti pelatihan urban farming.

Pemberian bibit sayuran ini sejalan dengan program Obor Pangan Lestari (OPAL) sebagai sarana percontohan untuk masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Salah satu komponen OPAL sendiri ialah perbibitan dimana penyediaan bibit dilakukan dalam rangka keberlanjutan OPAL dan pengembangannya di masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan demo budidaya Sayuran secara konvensional dan hidroponik, keliling demplot BPTP Jakarta, demo vermikompos oleh penyuluh Affan Raffandi, SP. Dan terakhir demo pembuatan smoothie dari pakcoy oleh tim BPTP Jakarta.

Diharapkan pertanian perkotaan dan Obor Pangan Lestari dapat berkelanjutan untuk diterapkan pada berbagai macam kelompok dan masyarakat luas.