JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kepulauan Seribu – Pulau Lancang merupakan salah satu gugusan pulau di Kepulauan Seribu yang berada di dalam Kelurahan Pulau Pari. Pulau Lancang memiliki wilayah seluas 18 ha yang terdiri dari 3 RW dan 10 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 1600 jiwa. Hampir di setiap halaman rumah dapat dengan mudah ditemui berbagai jenis tanaman, dan tanaman yang paling banyak ditemui adalah tanaman buah jambu air dan sawo.

Tanaman pekarangan yang banyak ditemui adalah tanaman jambu air dan sawo. Namun, di pekarangan rumah Pak Karnali tumbuh tanaman sawo yang agak berbeda dari tanaman sawo pada umumnya. Perbedaan yang sangat mencolok adalah pada bentuk buahnya. JIka buah sawo umumnya berbentuk lonjong, tapi berbeda dengan buah sawo Karnali. Sawo Karnali berbentuk oval. Ia juga memiliki kekhasan yang lain, yaitu bentuk ujung buah menyerupai buah apel, atau terdapat cekungan yang agak ke dalam. Besar maksimal buah sawo bisa menyamai ukuran bola kasti. Batang tanaman sawo Karnali berwarna abu abu tua. Ujung daun berbentuk lancip ke dalam.

Tidak hanya tanaman sawo Karnali saja yang terasa special dalam eksplorasi Pulau Lancang oleh Tim Sumber Daya Genetik BPTP Jakarta kali ini. Tetapi ada satu lagi jenis sawo yang istimewa, yaitu sawo kecik. Dulu, orang mengenalnya dengan sebutan sawo Jawa atau sawo kraton. Sawo kecik ini berasal dari India. Aroma yang dimiliki sama dengan sawo pada umumnya, namun memiliki rasa yang sangat manis. Tidak hanya itu, sawo kecik muda memiliki warna kulit merah menyolok dengan tekstur daging yang agak liat. Sementara, untuk yang sudah matang memiliki warna kehitaman dengan tekstur daging agak lunak.

Tanaman sawo ternyata sangat potensial untuk dikembangkan di Pulau Lancang. Tanaman ini mampu berbuah lebat, walaupun daerah tempatnya tumbuh sedang mengalami kekeringan dan miskin unsur hara. Tanaman sawo dapat dijadikan tanaman buah unggulan, khususnya di Pulau Lancang.