JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Sungai Ciliwung selalu dikaitkan dengan lingkungan yang kotor. Di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, mudah didapati pemukiman padat penduduk. Nyatanya, keberadaan Ciliwung tidak melulu terkait dengan sampah dan banjir. Bagi individu maupun kelompok kreatif, Ciliwung bisa menjadi inspirasi. Bahkan, sebagian masyarakat mendapat banyak manfaat dari sungai terbesar di Ibu Kota tersebut dengan menjadikannya daerah konservasi. Sempitnya lahan tidak menghalangi mereka untuk turut andil dalam membudidayakan berbagai jenis tanaman.

Poktan Sehati, Kelurahan Cikini, dan Poktan Soka Green, Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat merupakan salah satu motor penggerak kegiatan urban farming yang dilaksanakan di bantaran kali Ciliwung. Poktan tersebut memanfaatkan bantaran kali Ciliwung untuk mengembangkan budidaya sayuran daun, sayuran buah, toga, aquaponik, dan tabulampot, sehingga tidak hanya memberikan manfaat secara ekologi namun juga memiliki nilai ekonomi dan estetika. Dengan penataan yang terkonsep, tempat yang awalnya kumuh ini sekarang tampak lebih cantik dan tempat foto selfie buat anak muda.

Selasa, 9 April 2019, Tim Kegiatan Analisis Kebijakan (Anjak) BPTP Jakarta  berkesempatan untuk berdialog dengan pengurus Poktan Sehati dan Poktan Soka Green. Selain menggali lebih dalam peluang dan hambatan yang dihadapi, Tim juga menjaring masukan terkait strategi pengembangan pertanian perkotaan berkelanjutan di bantaran sungai mendukung Desain Besar Pertanian Perkotaan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018-2030.