JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Kamis (4/7/2019), Tim kegiatan pendampingan komoditas strategis ini turun ke lapangan dalam rangka monitoring rencana panen bawang merah. 

Kondisi tanaman yang ditemui saat monitor di lapangan adalah kurang lebih 90% tanaman sudah mengalami rebah dan pangkal batang sudah gembos. Hal ini menandakan tanaman sudah siap panen. Walaupun secara umur tanaman-tanaman tersebut masih bisa dipanen beberapa hari ke depan. Namun, dikarenakan kondisi gulma sangat menyaingi tanaman utama, maka panen bawang untuk konsumsi dilakukan hari ini. Sementara, bawang untuk keperluan benih masih disisakan beberapa bedeng, dan akan dipanen 10-15 hari ke depan. Hasil panen bawang per petak diperoleh petani sebanyak 34 kg, dengan ukuran petak 1,5 x 18 m.

Menurut pengakuan petani kooperator, adanya pendampingan teknologi dalam budi daya bawang merah dapat meningkatkan pengetahun dan keterampilan petani dalam melakukan usahatani bawang merah. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Maju Jaya (Pak Sud). Diakui juga bahwa sebelum adanya pendampingan dari BPTP Jakarta, panen bawang merah untuk konsumsi maupun untuk benih dilakukan pada umur panen yang sama. Perlakuan yang mereka lakukan hanya memisahkan bawang merah berdasarkan ukuran umbinya. Umbi yang besar akan dijual untuk konsumsi, sementara umbi yang kecil akan dipergunakan untuk benih.

Kehadiran kegiatan pendampingan bawang merah di tengah-tengah petani dirasakan oleh para petani daat meningkatkan pengetahuan dan wawasannya. Tidak hanya umur panen yang tepat untuk konsumsi dan benih, tetapi juga kriteria umbi bawang yang baik untuk dijadikan benih.