JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta  --  Upaya mendukung dan mendorong perkembangan ternak kelinci pedaging di DKI Jakarta, BPTP Jakarta melaksanakan introduksi perbaikan mutu bibit kelinci sebagai hasil inovasi Balitnak (Balai Penelitian Ternak). Seleksi kelinci tipe pedaging yang telah dihasilkan oleh Balitnak diantaranya adalah kelinci Hyla, Hycole dan Rex.  Kelinci Hyla dan Hycole adalah kelinci tipe pedaging yang diimpor pada tahun 2012 untuk dikembangkan di Indonesia, sedangkan kelinci Rex  adalah kelinci tipe pedaging yang sudah eksis.

Senin, 24 Juni 2019, Balai Pengkajian teknologi Pertanian Jakarta mengadakan sosialisasi pengkajian Teknologi Budidaya Kelinci Hyla, Hycole di Kelompok Tani Mustika Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak kooperator terhadap kegiatan kajian yang akan dilaksanakan BPTP Jakarta di peternak kooperator.

Acara  dibuka oleh  Syarifah Aminah, SP, M.Si.,  Plh. Kepala BPTP Jakarta.   Dalam arahannya beliau menyampaikan kegiatan pengkajian budidaya kelinci sudah dimulai pada beberapa tahun terakhir. Diharapkan budidaya kelinci bisa berkembang di lokasi ini, karena kelinci memiliki banyak kelebihan antara lain daging kelinci memiliki kandungan nilai gizi protein yang tinggi. Selain itu kadar kolesterol daging kelinci juga rendah. Selain daging, kulit, urin dan feses kelinci juga dapat dimanfaatkan.

Dalam Sosialisasi, Ir. Syamsu Bahar M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) menegaskan ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam produktivitas kelinci pedaging hyla, hycole dan rex, yaitu pakan kelinci, bibit kelinci, serta pemeliharaan yang intensif. Adapun parameter yang akan diamati terkait pertumbuhan mulai dari lahir hingga siap panen.