JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Surabaya – Di era revolusi industri, pustakawan mau tidak mau harus mengembangkan soft skills, dengan menggunakan berbagai teknologi informasi yang banyak berkembang belakangan ini. Era yang dicirikan dengan industri berbasis digital, computer, Internet of Things (IOT), dan analisa big data, menuntut perpustakaan untuk mampu menyediakan informasi iptek pertanian dengan sistem berbasis digital dan memanfaatkan teknologi big data.

Perpustakaan perlu melakukan perubahan dalam penyebaran informasi dan diseminasi, yang berspektrum luas serta mudah diakses oleh pengguna secara online. Selain itu, diperlukan juga penguatan sitem jejaring kolaborasi antar pelaku diseminasi dan kerjasama antar lembaga di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai salah satu langkah dalam upaya meningkatkan kompetensi pustakawan dan kinerja pengelolaan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, dalam menghadapi menghadapi tantangan tersebut, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis Pengelola Perpustakaan yang diikuti oleh pejabat fungsional pustakawan/petugas pengelola perpustakaan lingkup Kementan.

Kegiatan temu teknis yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya tersebut, kali ini mengangkat tema ‘’Revitalisasi Pustakawan Dalam Pengelolaan Perpustakaan Pertananian di Era Industri 4.0’’.  Dalam sambutannya, Kepala PUSTAKA, Dr. Ir. Leli Nuryati, MSc., menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan citra perpustakaannya, pustakawan harus bisa memberikan layanan prima, dapat membangun citra positif dirinya, fokus, kerja cepat, dan berorientasi pada hasil.

Materi-materi yang diberikan pada kegiatan temu teknis terdiri dari motivasi, teori, dan praktek. Untuk materi motivasi, mengangkat tema, ‘’Membangun Karakter Pustakawan  Pertanian yang Mandiri, Kreatif, dan Inovatif Menghadapi Tantangan di Era Industri 4.0’’, yang disampaikan oleh Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.Es, Ph.D (Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Selanjutnya, para peserta menerima materi ‘’Peran Strategis Perpustakaan Digital Pertanian Dalam Menyebarkan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertanian’’  dengan narasumber Ida Fajar Priyanto, Ph.D. (Dosen Pascasarjana Universitas Gajah Mada), ‘’Pemanfaatan IOT, AI dan Big Data dalam Sistem Pengelolaan Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital’’ dengan narasumber Yogi Hartono (Manajer Library and and Archives Media CNN Indonesia), dan ‘’Pengelolaan Perpustakaan Digital Menggunakan Aplikasi INLISLite’’ teori dan praktik dengan narasumber Kepala Bidang Kerjasama Perpustakaan dan Otomasi Perpustakaan Nasional RI.

Tidak hanya materi dan praktik di dalam ruangan, para peserta temu teknis juga melakukan kunjungan ke Pusat Veteriner Farma, kunjungan ilmiah ke UPT Perpustakaan ITS Surabaya, serta Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) dan KRI.

Kegiatan temu teknis yang dilaksanakan pada 18-21 Juni 2019 di Surabaya ini, dihadiri oleh 120 orang pengelola perpustakaan dan pustakawan UK/UPT lingkup Kementan.