JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan Dan Peternakan (Pusyankeswannak) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis Teknologi Pengelolaan Limbah Ternak dalam rangka Mendukung Desain Besar Pertanian Perkotaan di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 – 2030 dengan menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, M.S (Dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor), yang menyampaikan materi Kebutuhan Pakan Nutrisi Anjing dan kucing serta Budidaya Black Soldier Fly Manfaat dan Nilai Ekonominya. Narasumber kedua adalah Dr. Ir. Salundik, M.Si (Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor) yang menyampaikan materi Pengolahan Limbah Peternakan Sapi. Narasumber ketiga adalah Lukman Hakim, S.Si, M.Sc. (Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta) yang menyampaikan materi Pengomposan Limbah RPA.

Acara dihadiri oleh Kepala Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Timur, Kepala Satpel Dinas KPKP Kecamatan Cipayung  Kota Administrasi Jakarta Timur, Kepala Satuan Pelaksana Kesehatan Hewan Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, Kepala Satpel  Rumah Potong Hewan Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta, Para Penanggung Jawab RPH/RPHU, Staf Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, Petugas IPAL Pondok Rangon dan Petugas IPAL dan Kebersihan di masing-masing RPH/RPHU.

Selanjutnya, acara bimbingan teknis diawali sambutan oleh Syarifah Aminah, SP., M.Si mewakili Plt. Kepala BPTP Jakarta. Dalam sambutannya beliau menyampaikan adanya potensi besar dari peternakan sapi yang ada di Jakarta. Feses sapi dapat dimanfaatkan menjadi biogas, pupuk cair, pupuk padat dan pakan ternak. Selain itu ada juga potensi pemanfaatan limbah organik dari RPHU yang bisa dimanfaatkan menjadi biokultur dalam budidaya maggot.

Sementara,  Ir. Yuli Absari, M.Si (Kepala Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Timur) dalam sambutannya mengharapkan agar pengelolaan limbah ini dapat diaplikasikan ke masyarakat kota Jakarta Timur, khususnya Pondok Ranggon. Kuantitas sapi potong dan sapi besar cukup banyak sehingga menghasilkan limbah yang banyak. Selain itu terdapat juga limbah yang berasal dari RPH/RPHU.

Kepala Pusyankeswannak  Dinas KPKP, drh. Renova Ida Siahaan, M.Si dalam sambutannya sekaligus membuka acara Bimbingan Teknis menyampaikan limbah ternak yang dihasilkan di peternakan sapi dan RPH/RPHU jumlahnya sangat besar. Biasanya tidak dimanfaatkan tetapi langsung dibuang sehingga dapat mencemari lingkungan. Agar tidak mencemari lingkungan, limbah-limbah tersebut perlu dimanfaatkan. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Hasil Bimbingan Teknis Pengelolaan Limbah Ternak ini akan langsung diterapkan di RPH/RPHU khususnya untuk pakan anjing dan kucing. Oleh karena itu setelah Bimbingan Teknis ini, BPTP Jakarta diharapkan tetap memberikan pendampingan.

Bimbingan Teknis Pengelolaan limbah ternak diakhiri dengan praktek olahan limbah ayam untuk pakan anjing dan kucing, budidaya maggot, teknologi pemupukan  berbasis limbah ayam dan teknologi pengolahan limbah sapi.