JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Saat ini, masyarakat sangat menggandrungi tabulampot. Tabulampot merupakan singkatan dari tanaman buah dalam pot. Tabulampot dapat dijadikan alternatif untuk membudidayakan tanaman buah-buahan, khususnya bagi yang hanya mempunyai pekarangan sempit atau di tengah kota.

Menariknya budidaya tabulampot ini, menjadikan BPTP Jakarta mengadakan Bimtek Tabulampot yang ditujukan tidak hanya untuk para penyuluh dan petani, tetapi juga para mahasiswa jurusan pertanian dan agroteknologi di Jakarta.

“Tujuan Bimtek ini adalah untuk melatih peserta bagaimana membudidayakan tanaman buah-buahan dalam pot, serta melatih peserta bagaimana memilih bibit yang baik untuk tabulampot, hingga cara perbanyakan bibit tanaman buah-buahan”, ujar Dr. Indarti Puji Lestari, disela-sela persiapan bimtek.

“Teknologi ini bukan hal yang asing namun karena perkembangannya yang cukup pesat, maka diambillah tema ini. Dengan menghadirkan narasumber dan tempat yg tepat, KP. Cipaku Bogor, maka perdalamlah materi tabulampot ini”, ujar Syarifah Aminah, SP. , M.Si. selaku Plh. Keala BPTP Jakarta dalam membuka acara.

Lebih lanjut, disampaikan “Melalui bintek ini, para peserta diharapkan mendapatkan teknik yang seharusnya diperhatikan dan dilakukan saat melakukan budidaya tanamam buah dlm pot”.

Salah satu alasan masyarakat menyukai teknik ini  adalah karena keberadaannya yang dapat menambah unsur estetika pada lingkungan sekitarnya. Budidaya dengan teknik tabulampot juga akan menghasilkan buah lebih cepat dan memiliki rasa yang lebih manis.

Dalam bimtek, Basuno, SP., sebagai narasumber menegaskan bahwa salah satu unsur terpenting dalam tabulampot adalah dalam pemilihan bibit unggul tanaman yang akan dibudidayakan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal.

Untuk perawatan tabulampot sendiri hampir sama dengan sistem budidaya tabaman pada umumnya. Yaitu, penyiraman, pemangkasan/peremajaan, penggantian tanah, dan yang terpenting adalah pemupukan. Sistem perbanyakan tanaman pada tabulampot dapat dilakukan dengan cara cangkok, stek, enten/sambung pucuk, okulasi, dan susuan.

Bimtek Tabulampot dilakukan tidak hanya secara teori, namun di akhir kegiatan, para peserta diajarkan untuk melakukan praktik cara melakukan teknik budidaya tabulampot dengan baik dan tepat.