JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, 23 Mei 2019. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan Dan Peternakan (Pusyankeswannak) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta menyelenggarakan Bimtek (Bimbingan Teknis) Teknologi Pembuatan Keju Mozarella dalam rangka Mendukung Desain Besar Pertanian Perkotaan di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 – 2030 dengan menghadirkan narasumber dari Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan  (BPMSH) Dr. drh. Puji Rahayu (Peneliti) dan narasumber dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) Peternakan Puslit Bioteknologi LIPI yaitu Fifi Afiati, M.Si, Gunawan Priadi, M.Sc, Fitri Setyoningrum, M.Si (Peneliti).

Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari efektif mulai tanggal 23 – 24 Mei 2019. Peserta Bimtek berjumlah ± 50 orqng terdiri dari : Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta; Penyuluh Wilayah Jakarta Selatan dan Penyuluh Wilayah Jakarta Timur; Ka Satlak Jakarta Selatan dan Ka Satlak Jakarta Timur; Ibu-ibu PKK; Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani; dan Staf Pusyankeswannak DKPKP.

Dalam sambutannya Kepala Pusyankeswannak  DKPKP Drh. Renova Ida Siahaan, M.Si menyatakan Sangat senang bekerjasama dengan BPTP Jakarta bagaikan gayung bersambut dalam pelaksanaan Bimtek Teknologi Pembuatan Keju Mozzarella. Saat ini banyak orang yang suka makanan yang mengandung keju mozarella dari anak-anak sampai orang dewasa, keju mozzarella saat ini memang sedang booming.

Kepala Pusyankeswannak berharap setelah para peserta mengikuti Bimtek ini selanjutnya dapat membuka usaha yang berkaitan dengan keju mozzarella.  Selain itu ibu Renova bercita-cita ingin membentuk komunitas atau kelompok usaha keju mozzarella dengan nama “Keju Van Batavia”.

Selanjutnya acara Bimtek Teknologi Pembuatan Keju Mozarella dibuka oleh Plt. Kepala BPTP Jakarta Dr. Sudi Mardianto, M.Si.  Dalam arahannya beliau meyampaikan dengan mengikuti Bimtek ini diharapkan harga susu segar dapat terkendali sehingga dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi peternak sapi perah. Selain itu peserta yang mempunyai usaha olahan susu akan mendapatkan pendampingan setelah mengikuti Bimtek tersebut.

Setelah penyampaian materi, acara diakhiri dengan praktek  pembuatan Kefir, kefir baru dapat dipanen setelah 24 jam.  Hari ke dua diisi dengan pembuatan Keju Mozarela. Untuk memudahkan peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.

Peserta Bimtek sangat antusias dengan praktek pembuatan keju Mozarela, ternyata setelah dilewati pembuatan keju Mozarella tidaklah sulit, sehingga para peserta berkeinginan untuk membuat keju Mozarella dikelompok masing-masing. Selanjutnya acara icip-icip dengan menggunakan keju Mozarella yakni pembuatan Pizza dan Stick Keju Mozarella.