JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pulau Payung – Salah satu tempat kajian BPTP Jakarta yaitu pertanian di lahan berpasir adalah di Pulau Payung, Kepulauan Seribu. Pulau yang  merupakan destinasi tujuan wisata ini dirasa cukup baik jika dilakukan pengolahan dan budidaya tanaman. Kondisi lahan dan eksisting hasil kegiatan pertanian di Pulau Payung yang belum genap 1 tahun ini dirasa memiliki peluang keberhasilan yang terbuka luas.

BPTP Jakarta melakukan monitoring di Pulau Payung pada Selasa (13/05/2019) diawali kunjungan dan pengamatan langsung ke lahan pertanian di Pulau Payung. Didampingi oleh Bapak Sutardi selaku Ahli Peneliti Utama dari BPTP Yogyakarta; Pak Hasan, Pak Subur, dan kelompok tani ikut berkeliling dan menyampaikan masalah yang ada di lahan berpasir pada komoditas yang mereka tanam di lahan berpasir Pulau Payung. Bapak Sutardi dengan baik memberikan segala ilmu, jawaban akan permasalahan, dan motivasi agar para petani terus bersemangat dalam melakukan budidaya pertanian disana.

Beberapa komoditas yang direkomendasikan oleh Bapak Sutardi yaitu semangka “Inul” dan melon. Buah yang dibudidayakan di lahan berpasir mempunyai potensial lebih manis rasanya dibandingkan dengan di lahan biasa. Sayuran daun juga dipandang cocok untuk dibudidayakan. Selain pengamatan langsung pada siang hari, pemaparan dan diskusi dalam ruangan juga dilakukan pada malam hari. Topik diskusi bermuara pada pemberian motivasi kepada tim BPTP Jakarta dan para petani Pulau Payung, bahwa “Pertanian di Pulau Payung akan sangat menjanjikan hasilnya”. Diharapkan para petani di lahan berpasir Pulau Payung dapat terus semangat dalam berbudidaya sehingga Pulau Payung dapat menjadi salah satu kunjungan pertanian yang dilirik oleh orang banyak nantinya dan dapat menjadi kunjungan wisata.