JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Indonesia memiliki keanekaragaman Sumber Daya Genetik (SDG) yang sangat tinggi dan tersebar di berbagai daerah. Untuk itu, perlu diberikan kepercayaan yang besar kepada daerah untuk melakukan pengelolaannya, baik itu dalam hal pelestarian maupun pemanfaatannya. Tak terkecuali Jakarta, pengelolaan SDG juga perlu perhatian khusus agar keberadaan tanaman khas yang dimiliki, tetap lestari dan keberadaannya tidak mudah punah. Berkaitan dengan hal tersebut, maka keberadaan Komisi Daerah (Komda) SDG Provinsi DKI Jakarta sangat diperlukan.

Secara organisasi, Komda SDG akan berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur. Untuk itu, dengan mempertimbangkan segi kepraktisan, maka disarankan Komda SDG berkedudukan di ibukota provinsi.

Komda SDG tersebut nantinya akan bertugas untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Daerah dalam menetapkan kebijakan dan pengambilan keputusan tentang konservasi, perlindungan hukum, dan pemanfaatan SDG bagi pembangunan daerah. Komda SDG juga akan menjalin kerjasama dan melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait dalam penetapan kebijakan dan pengelolaan SDG berkelanjutan. Tidak kalah penting, tugas lain yang akan diembannya adalah melaksanakan penyadaran dan analisis perkembangan publik tentang pentingnya pelestarian dan pemanfaatan SDG berkelanjutan.

Selasa (30/04/2019), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta mengadakan Focus Group Disscussion (FGD) Pembentukan Komda SDG Provinsi DKI Jakarta. FGD ini menghadirkan narasumber dari  Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta dan Komisi Nasional SDG (KNSDG). Para peserta pun tidak hanya dari pemerintah daerah tetapi juga para stakeholder terkait seperti perguruan tinggi, LSM Yayasan Kehati, dsb.

Taufik Yulianto, M.Si., narasumber DKPKP Prov. DKI Jakarta, menyampaikan tentang kebijakan Pemda terkait pengelolaan SDG yang tertuang dalam Pergub No. 144 tahun 2018 tentang Pengelolaan Tanaman Nusantara Khas Jakarta. Narasumber yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pertanian Perkotaan di DKPKP Prov. DKI Jakarta tersebut juga menyampaikan kemajuan pengelolaan tanaman khas Jakarta, salah satunya adanya gerakan 1 rumah tanam 1 pohon alpukat cipedak di daerah Cipedak, Jakarta Selatan.

Sementara hadair sebagai narasumber dari Komisi Nasional SDG (KNSDG), Ir. Mastur, M.Si., Ph.D., memaparkan materi tentang arti dan peran penting Komda SDG dalam konservasi, perlindungan hukum, dan pemanfaatan SDG lokal. Narasumber yang juga menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumbedaya Genetik Pertanian (BB Biogen) ini menyampaikan, dalam pengelolaan SDG perlu disiapkan kebun plasma nutfah dan kebun produksi untuk pelestariannya. Komda SDG juga melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan akan pengelolaan SDG yang dilakukan. Strategi pengelolaan dan pengembangan SDG yang dapat dilakukan yaitu melalui konservasi in situ maupun eks situ, pemanfaatan yang berkelanjutan, serta pembangunan kapasitas lembaga dan sumberdaya manusia yang berkelanjutan.

Plt. Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. Sudi Mardianto, M.Si. menyampaikan bahwa Jakarta memiliki potensi SDG yang cukup iconic, seperti salak condet, duku condet, alpukat cipedak. Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksanaan Pergub mengenai pengelolaan tanaman nasional khas Jakarta perlu didukung. Mengapa Komda SDG penting? Kita perlu menyususn menyusun strategi pemanfaatan dan pengelolaan SDG. Untuk merumuskan strategi tersebut perlu dirumuskan dalam suatu wadah yang melibatkan berbagai pihak yang terkait sehingga lebih kuat. Komda SDG ini juga nantinya dapat menindaklanjuti semua kegiatan dan aktivitas yang sudah dilakukan, baik oleh perguruan tinggi maupun lembaga riset lain, agar hasil-hasil itu bisa disosialisasikan dan dikembangkan lebih lanjut. KeberadaaanKomda SDG juga dapat dijadikan wadah berbagai persoalan maupun tindak lanjut dalam pengelolaan SDG di wilayah DKI Jakarta.