JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Dalam rangka mendukung desain besar pertanian perkotaan di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 – 2030, pada 25 April 2019 BPTP Jakarta melakukan Bimbingan Teknis untuk Bidang Budidaya, Peternakan dan Pascapanen. Bimbingan teknis dilaksanakan di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan dibuka oleh Plt. Kepala BPTP Jakarta, Ir. Sudi Mardianto, M.Si.

Bimbingan teknis Bidang Pascapanen kali ini dibagi menjadi 2 sesi. Pada sesi pertama disampaikan 2 materi. Materi pertama yang disampaikan adalah Proses Pengeringan Daun Kelor  dengan narasumber Ir. Nur Hasanah, M.Si (Perekayasa Utama Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian). Ir. Nur Hasanah, M.Si dalam pemaparannya menjelaskan metode pengeringan dengan menggunakan sinar matahari (metode pengeringan matahari) dan dengan menggunakan media panas seperti mesin pengering (metode pindah panas). Materi kedua disampaikan oleh Syarifah Aminah, SP, M.Si (Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Jakarta) dengan judul Teknologi Penanganan dan Pengolahan Kelor. Pada bagian ini dijelaskan manfaat kelor, penangan segar kelor dan pengolahan kelor. Beberapa contoh olahan kelor diantaranya adalah Dawet Kelor Mojang  dan es krim kelor.  Meskpun kelor memiliki banyak manfaat, kita harus bijak ketika mengkonsumsinya. Kita harus mempertimbangkan nilai gizi yang masih dapat dimanfaatkan tubuh.

Selanjutnya pada sesi kedua, dua pelaku usaha membagikan pengalaman mereka ketika mengolah dan memasarkan produk olahan daun kelor. Tati Herawati yang merupakan Founder dari The Fitria Bakery menceritakan pengalamannya dalam mengeluti bisnis produk olahan daun kelor. Adapun olahan daun kelor yang dibuat dan dijual The Fitria Bakery adalah Bagelan Daun Kelor, Lumpur Surga Daun Kelor, Bolu Cake Daun Kelor, Brownies Mocaf Daun Kelor dan Roti Daun Kelor. Selanjutnya, Madinah anggota KTNA Jakarta Barat membagikan pengalamannya sehingga beliau akhirnya menekuni bisnis teh daun kelor. Diawali kondisi kesehatan yang kurang baik kemudian diterapi dengan menggunakan teh daun kelor. Kondisi kesehatan membaik, sehingga warga sekitar mulai memesan teh daun kelor. Akhirnya menekuni usaha pembuatan teh daun kelor. Beberapa produk olahan daun kelor yang telah diproduksi Madinah antara lain Kapsul Kelor, Serbuk Teh Daun Kelor, Daun Kelor Kering dan Minuman Teh Daun Kelor.

Peserta Bimbingan Teknis Bidang Pascapanen kali ini berasal dari anggota KTNA, anggota Kelompok Wanita Tani Mina Lestari Jakarta Pusat dan Kelompok Wanita Tani Melati Jakarta Utara, penyuluh wilayah DKI Jakarta, peneliti dan penyuluh BPTP Jakarta,  mahasiswa (Universitas Nasional, Universitas Trilogi dan Universitas Respati Indonesia) dan siswa SMKN 63 Jakarta.

Tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk olahan kelor masih rendah. Mari kita memberikan informasi tentang manfaat dan produk olahan kepada masyarakat sekitar kita. Setidaknya mari kita mulai dari keluarga kita.