JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Provinsi DKI Jakarta memang tidak memiliki lahan pertanian seluas provinsi lain di Indonesia, sehingga perlu inovasi teknologi yang spesifik dalam mengembangkan pertaniannya. Sesuai dengan karakteristik wilayah, masyarakat, dan lingkungan sosialnya, maka pertanian perkotaan adalah model pertanian yang sangat cocok dikembangkan di Jakarta.

Untuk mendiseminasikan berbagai inovasi teknologi pertanian perkotaan kepada masyarakat, Kamis (25/04/2019), BPTP Jakarta mengadakan bimbingan teknis di Aula Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bimtek yang mengambil tema Mendukung Desain Besar Pertanian Perkotaan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018-2030 tersebut, dihadiri tidak saja dari kalangan penyuluh, dan petani tetapi juga pelajar dan mahasiswa. Narasumber yang dihadirkan bukan saja dari peneliti lingkup Balitbangtan, tetapi juga para praktisi sehingga dapat menggugah para peserta untuk dapat bergerak mengembangkan pertanian Indonesia, khususnya di Jakarta.

Keberagaman peserta bimtek kali ini, diharapkan dapat membentuk generasi milenial agar bersedia dan tertarik untuk menggeluti dunia pertanian. Karena, sampai kapan pun masyarakat Indonesia membutuhkan pangan, maka ketersediaan dan ketahanan pangan menjadi perhatian yang penting, dan memerlukan generasi penerus untuk keberlangsungannya.

“Kurikulum bimtek ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik. Harapannya, kemampuan Bapak dan Ibu sekalian dapat meningkat dan dapat mengembang lebih jauh lagi dari apa-apa yang sudah kami berikan hari ini”, ucap Plt. Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. Sudi Mardianto, M.Si. dalam sambutannya.

Teknologi-teknologi yang diberikan dalam bimtek telah dipilih dan diramu sedemikian rupa agar dapat mendukung dan membantu para peserta dalam memulai atau bahkan mengembangkan usahatani, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan.

Lebih lanjut,  Plt Kepala BPTP Jakarta menyampaikan, “Setelah bimtek, akan dilakukan pendampingan secara intensif, secara sampling, sampai bulan Juni. Hal ini dilakukan agar materi yang diberikan dalam bimtek dapat lebih dipahami dan dioptimalkan oleh para peserta”.

Dalam bimtek, materi-materi yang diberikan terdiri dari empat sub bidang. Sub bidang budi daya tanaman terdiri dari: Teknologi Akuaponik Mendukung Pertanian Perkotaan; Teknologi Hidroponik Mendukung Pertanian Perkotaan; Teknologi Budi daya dan Pengendalian hama Penyakit Bawang Merah, Cabai, Tomat, dan Kelor; dan Teknologi Microgreen Sayuran. Untuk Sub bidang peternakan, materi terdiri dari: Teknologi Budidaya Kelinci dan Manajemen Ternak Kelinci. Sementara materi sub bidang pascapanen, terdiri dari: Pembuatan Alat Pengering Tenaga Surya; Teknologi Penanganan dan Pengolahan Kelor; Sukses Story Pengolahan Minuman Kelor; dan Produk Olahan Berbasis Kelor.

Di akhir bimtek, diumumkan para peserta terbaik selama jalannya pemberian materi. Salah satu peserta terbaik, mahasiswa Universitas Trilogi, Iqbal Maulana menyampaikan kesannya setelah mengikuti bimtek, “Seru, nambah pengalaman, nambah temen-temen baru, yang jelas ilmunya sangat bermanfaat bagi orang-orang awam yang belum mengerti pertanian secara menyeluruh”.

Hal yang sama juga disampaikan Ahmad Fahrizal, peserta terbaik sekaligus petani muda dari Jakarta Selatan. Di kesempatan ini Fahrizal menyampaikan harapannya, “Semoga petani muda atau generasi penerus di bidang pertanian akan terus lestari dan akan terus ada”.

Melihat antusiasme para peserta bimtek selama kegiatan berlangsung, memberikan harapan dan asa untuk pertumbuhan pertanian di Indonesia, khususnya di tangan generasi penerus. Jayalah terus pertanian Indonesia!