JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Indonesia memiliki ribuan varietas lokal sebagai kekayaan keanekaragaman hayati yang kita miliki. Untuk itu diperlukan langkah-langkah perlindungan terhadap varietas-varietas lokal tersebut. Salah satu perlindungan tersebut dapat dilakukan melalui pendaftaran varietas lokal.

Kamis (18/04/2019), Pusat Perlundungan Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) mengadakan Dialog Interaktif Pemanfaatan Varietas Lokal yang mengangkat tema “Mau Dibawa Kemana Varlok Kita”, dengan narasumber Pusat PVTPP dan Yayasan Keanekaragaman Hayati.
Varietas lokal adalah varietas yang telah ada dan dibudidayakan secara turun temurun oleh petani dan menjadi milik masyarakat.

Indonesia sendiri menduduki peringkat no 1 dunia untuk biodiversity di laut dan no 3 di darat. Namun untuk melindungi varietas lokal tersebut bukanlah perkara mudah.

Masyarakat maupun pemda setempat, biasanya suka mempertanyakan apa keuntungannya jika varietas-verietas tersebut didaftarkan. Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam kaitannya dengan hal ini.

Perlu ditunjukkan keuntungan varietas lokal tersebut secara ekonomis, salah satunya melalui produk olahan pangan. Dengan adanya pemasukan dan penambahan nilai, maka masyarakat merasa perlu melakukan perlindungan terhadap varietas lokal yang dimiliki tersebut. Perlu dipikirkan nilai tambah dan bencmark produk dari varietas lokal tersebut mau dibuat seperti apa.

Salah satu program kegiatan dalam mendukung kebijakan pendaftaran varietas tanaman yang akan dilakukan Pusat PVTPP adalah melalui peningkatan kompetensi dan jumlah SDM. Yayasan Kehati sendiri bersama institusi lain sedang merancang RUU yang mengatur tentang sumber daya genetik ini.

Semoga ke depan semakin banyak varietas lokal yang terdaftar sehingga dapat terlindungi sebagai salah satu kekayaan hayati Indonesia.