JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Rabu (10/04/2019), 16 perwakilan dari National Agricultural Technology Program – Department of Agricultural Extention, Government of Bangladesh Group II mengunjungi BPTP Jakarta dalam rangka kegiatan Scientific Exchange (SE). Kali ini topik dalam kunjungan study banding adalah “Advanced Agricultural Technologies & Extension Services”.

Dalam kunjungan, para delegasi tersebut diberikan pemaparan mengenai berbagai teknologi pertanian khususnya pertanian perkotaan yang telah dilakukan oleh BPTP Jakarta. Pemaparan tersebut disampaikan oleh Dr. Waryat, S.Pi., MP. Setelah pemaparan, delegasi negara yang menjadikan nangka sebagai buah nasional tersebut diajak berkeliling area halaman perkantoran BPTP Jakarta untuk melihat secara langsung display teknologi yang telah dihasilkan BPTP Jakarta.

Isu mengenai zero waste, menjadi salah satu bahasan diskusi yang menarik dalam kunjungan terkait teknologi vermikomposting. Delegasi dari negara beribu kota Dhaka tersebut, juga menerapkan konsep zero waste sebagai bagian dari gaya hidup green living, dan teknologi vermikomposting menjadi salah satu solusinya.

Negara dengan mayoritas berpenduduk muslim ini, masih menganggap kelinci sebagai hewan peliharaan atau hobby. Dengan melihat langsung display teknologi di area perkantoran BPTP Jakarta, para delegasi sangat tertarik dengan teknologi pemanfaatan kotoran kelinci, baik feses maupun urin, sebagai pupuk organik. Bahkan, daging kelinci yang memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari daging ayam, juga dapat diolah menjadi makanan yang sarat gizi.

Delegasi dari negara bekas pecahan Pakistan ini juga sangat tertarik dengan teknologi akuaponik yang dikembangkan BPP Jakarta, yaitu model vertiminaponik dan walkaponik. Dengan luasan lahan yang terbatas, model ini dapat menghasilkan sayuran sekaligus ikan dengan jumlah yang tidak sedikit. Dengan penataan tanaman yang menarik, model ini dapat menambah nilai estetika lingkungan sekitarnya.

Tantangan terbesar yang ditemui dan dirasakan oleh perwakilan Departemen Penyuluhan Pertanian, Kementerian Pertanian Bangladesh ini adalah dalam mendiseminasikan teknologi-teknologi kepada para petani. Perlu ditemukan teknik diseminasi yang tepat, dan teknologi yang mudah diaplikasikan dan tidak memerlukan biaya yang besar. Pemasaran dan daya saing pasar pun juga cukup menjadi salah satu problem yang cukup dominan ditemui.

Di akhir kunjungan, para delegasi disuguhkan sajian minuman segar berbahan dasar sayuran, sebagai salah satu alternatif olahan sayuran yang akan disukai anak-anak, smoothies pakchoy.