JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pulau Payung -- Sudah tiga bulan lebih kambing-kambing Anpera menghuni Pulau Payung.  Kamis, 4 April 2019, Tim Peternakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta bersama Petugas Balai Penelitian Ternak Ciawi bersama-sama melaksanakan pemeriksaan kebuntingan pada sepuluh ekor kambing betina Anpera yang ada di Pulau Payung. Dari sepuluh ekor betina tersebut, tujuh ekor diyakini bunting, sedangkan tiga ekor betina lainnya diduga bunting namun masih memerlukan monitoring lanjut untuk satu siklus berikutnya.

Pemeriksaan kebuntingan dilakukan baik dengan menggunakan Ultrasonic Pregnancy Detector maupun dengan palpasi. Kambing-kambing di Pulau Payung dikawinkan secara alam, dengan menyatukan 3-4 ekor betina dengan seekor pejantan untuk dua siklus. Kambing Anpera merupakan kambing dwiguna hasil persilangan Anglo Nubian dengan Peranakan Ettawa. Kambing ini merupakan salah satu kambing unggulan Balai Penelitian Ternak.

Dengan pakan hijauan lokal ditambah suplemen konsentrat, kambing mampu beradaptasi dan bereproduksi dengan baik. Daya reproduksi kambing di Pulau Payung meningkat setelah pakan hijauan lokal didukung juga dengan tambahan konsentrat yang didatangkan dari wilayah daratan. Untuk mengantisipasi ketidaktersediaan konsentrat di masa mendatang, maka untuk menunjang performa reproduksi pejantan diperlukan penanaman kaliandra jenis bunga merah. Tanaman tersebut berkhasiat meningkatkan libido kambing pejantan.

Diharapkan kambing Anpera di Pulau Payung akan segera berkembang, sehingga dapat menjadi pulau pemasok kambing bagi pulau-pulau di sekitarnya.