JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pulau Payung -- Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Suatu negara dikatakan berdaulat jika dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakatanya. Kemandirian Pangan menurut Undang-Undang No.18 Tahun 2012 adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat. Berdasarkan pengertian tersebut kemandirian pangan mutlak harus dimiliki oleh setiap wilayah di Indonesia.

Kepulauan seribu merupakan Salah satu wilayah di ibukota negara Indonesia yaitu provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik  tingkat kesejahteraan masayarakat kabupaten kepulauan seribu berbeda dengan lima wilayah lainnya yang ada di Jakarta. Menurut Hukum Angle ”semakin tinggi tingkat kesejahteraan seseorang, maka semakin besar proporsi pengeluaran rumah tangga yang dialokasikan untuk konsumsi non makanan”. Pada Kabupaten Kepulauan Seribu Proporsi pengeluaran rumah tangga untuk makanan lebih besar ( 65,68 %) dibandingkan dengan pengeluaran non makanan (34,32 %), sedangkan lima wilayah kota lainnya menunjukkan angka yang lebih besar pada pengeluaran rumah tangga non makanan. Dengan begitu dapat disimpulkan tingkat kesejahterann masayarakat kabupaten kepulauan seribu lebih rendah dibandingkan lima wilayah kota lainnya. Selain itu nilai pengeluaran rumah tangga untuk makanan kabupaten kep.seribu juga menempati posisi terendah di antara lima wilayah kota lainnya, yaitu hanya Rp.774.533,- perkapita per bulan. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena letak wilayah kabupaten kepulauan seribu yang berada di kepulauan  mengakibatkan pergerakan ekonomi di wilayah ini lebih lambat dibandingkan wilayah kota, kondisi geografis dan terbatasnya sarana transportasi juga membatasi akses masuknya bahan pangan, khususnya bahan pangan segar.

Sejak tahun 2018 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta telah melakukan introduksi model pertanian terintegrasi di lahan berpasir di Salah satu pulau di kepulauan seribu, yaitu pulau payung. Salah satu tujuan dilakukannya kegiatan tersebut adalah untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat pulau seribu, mempermudah akses pangan segar, sehingga produk pangan segar dapat masyarakat peroleh tiap harinya.

Survey dan pendataan konsumsi pangan telah dilakukan oleh BPTP Jakarta kepada seluruh rumah tangga yang Ada di pulau payung. Dengan dilakukannya pendataan diharapkan dapat diketehui seberapa besar kebutuhan pangan masyarakat pulau payung, sehingga dapat terlihat seberaba besar subsidi yang bisa diberikan dari model  pertanian yang ada terhadap konsumsi pangan masyarakat pulau payung. Selain itu juga dapat terlihat seberapa banyak estimasi bahan pangan yang dapat di ekspor ke  luar pulau payung.

Berdasarkan hasil survey, kebutuhan pangan masayarakat pulau payung khususnya sayuran selama ini hanya diperoleh dua kali dalam seminggu. Sehingga masyarakat tidak dapat mengkonsumsi sayuran segar setiap hari. Begitupun dengan konsumsi daging merah, rata-rata masayarakat hanya menkonsumsi satu bulan sekali. Dengan pengenalan pertanian terintegrasi kini masayarakat pulau payung sudah  dapat mengkonsumsi sayuran segar tiap harinya.  Sebanyak 3,7 kuintal kangkung telah dapat diproduksi dan dijual oleh masayarakat pulau payung , tidak hanya kangkung, terong lalap, terong ungu dan mentimun juga telah habis terjual. Jagung, bawang merah, cabai, susu kambing dan beberapa komoditas pangan lainnya juga sedang menunggu panen untuk dikonsumsi dan dipasarkan. Penjualan hasil tidak hanya di lakukan di dalam pulau akan tetapi sudah dijual ke wilayah kepulauan seribu lainnya, seperti pulau tidung, pramuka dan panggang. Dengan begitu Pertanian terintegrasi yang ada tidak hanya mendukung kemandirian pangan masayarakat akan tetapi juga telah mendukung dan menjadi tambahan sumber pendapatan masyarakat dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat pulau.