JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta --  Menghadapi era industri 4.0, Indonesia perlu menguatkan sumberdaya manusianya yang berkualitas dan berdaya saing, salah satunya melalui penguatan literasi. Perpustakaan Nasional sedang melakukan berbagai upaya untuk mentransformasi layanan perpustakaan menjadi basis inklusi social. Salah satunya dengan menjadikan perpustakaan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat dalam berbagi, belajar secara kontekstual, dan berlatih keterampilan hidup.

Mengusung tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, Perpustakaan Nasional mengadakan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakan Tahun 2019 selama empat hari, 13-16 Maret 2019, di Hotel BIdakar, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan.

Rakornas tahun 2019 ini bertujuan mengintegrasikan dan mensinkronisasikan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca antara pemangku kepentingan pembangunan perpustakaan lingkup pusat dan daerah. Selain itu, tujuannya lainnya adalah mengidentifikasikan permasalahan dan isu-isu strategis terkait dengan pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca tahun 2020., serta menyelaraskan pelaksanaan program, kegiatan, sasaran dan lokus pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca di seluruh Indonesia.

Para peserta Rakornas berasal dari berbagai kalangan, baik itu pemerintah, swasta maupun independen, yang berkaitan langsung dengan upaya pengembangan perpustakaan di Indonesia. Peserta yang berjumlah kerang lebih 2000 orang tersebut datang dari seluruh penjuru nusantara.

Dalam Rakornas, Menteri Dalam Negeri, RI, Tjahjo Kumolo, memaparkan dalam Keynote Speech-nya, bahwa peran penting perpustakaan adalah untuk membangun ekosistem masyarakat berpengetahuan, agar SDM kita berkualitas dan berdaya saing di era global. Lebih lanjut disampaikan, pemerintah daerah harus segera membentuk dinas perpustakaan daerah serta memperkuat struktur kelembagaan dan tata laksana perpustakaan yang baik, agar perpustakaan dapat dinikmati hingga ke daerah perbatasan dan terluar Indonesia.

Semoga hasil keluaran dari rakornas ini dapat tersusun suatu rekomendasi program dan kegiatan di bidang perpustakaan lingkup nasional hingga Indonesia menjadi bangsa yang berliterasi secara utuh.