JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Dalam melakukan kegiatan jangka panjang, pemantapan programa harus dilakukan dan dipahami oleh berbagai pihak terkait. Salah satunya adalah Suku Dinas KPKP Jakarta Utara yang telah membuat programa penyuluhan dari berbagai seksi untuk masyarakat serta KTNA di wilayah Jakarta Utara. Dalam hal ini, BPTP Jakarta juga diikutsertakan agar harmonisasi programa penyuluhan bisa berjalan dengan baik.

Selasa (12/03/2019), BPTP Jakarta menghadiri “Penyusunan Programa Penyuluhan Wilayah Jakarta Utara” yang berlokasi di BPP Sukapura. Acara dihadiri oleh Perwakilan Sudin KPKP Jakarta Utara serta BPTP Jakarta. Acara berlangsung mulai dari sambutan oleh Ir. Didi Setiabudi, M.Si. selaku Koordinator Penyuluh Provinsi DKI Jakarta, dilanjutkan oleh Perwakilan Sudin Jakarta Utara, serta Dr. Waryat, S.Pi, MP. selaku Peneliti BPTP Jakarta. Tiap Kepala Seksi menjelaskan tentang masing-masing program yang akan dilakukan di wilayah Jakarta Utara.

Dijelaskan oleh Dr. Waryat bahwa BPTP Jakarta memiliki 3 program pengkajian antara lain hidroponik dan kegiatan microgreen, peternakan kelinci, dan keamanan pangan, pengemasan, dan penyimpanan sayuran hidroponik. Disamping pengkajian, BPTP Jakarta juga memiliki kegiatan strategis dari kementrian antara lain pendampingan IP padi, pendampingan komoditas strategis (cabai, bawang merah, padi), bioindustri, SIWAB (Sapi Induk Wajib Bunting), peningkatan komunikasi dan penyuluhan, serta pertanian berbasis lahan berpasir di Kepulauan Seribu.

Dalam pembacaan masing-masing seksi, Hardianto selaku Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan menyampaikan 6 program untuk meningkatkan kepedulian masyarakat di wilayah Jakarta Utara, salah satunya adalah Safari Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan sasaran anak sekolah agar mereka lebih gemar memakan ikan dibanding jajanan kurang sehat yang biasa mereka konsumsi di Sekolah. Lebih lanjut, Hardianto menjelaskan tentang ikan semar, yaitu ikan yang sudah mengandung formalin dan juga bahaya kerang hijau yang mengandung mercury pemicu kanker. Akan tetapi, nelayan masih banyak yang membudidayakan kerang hijau sehingga cukup sulit untuk merubah mindset para nelayan, sehingga diharapkan kepedulian dari masyarakat agar bisa terus menyebarkan informasi tersebut kepada sesama.

Selanjutnya program dijelaskan oleh Moh. Amir (Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan) dengan total 6 program antara lain pelayanan kesehatan masyarakat veteriner dan HBKN, pengendalian penyakit rabies, pengendalian penyakit hewan menular strategis anthrax dan ai, pelatihan diversifikasi olahan pangan ternak, promosi bidang peternakan, dan pertisipasi lintas sektoral bidang peternakan. Sedangkan Seksi Ketahanan pangan menjabarkan 7 program antara lain Pengembangan Pola Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, dan Aman), Penyelenggaraan Pekan Daerah Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara, Pengembangan Agro Edukasi Wisata Tingkat BPP Sukapura, Pengembangan Pertanian Perkotaan Urban Farming, Penyediaan Sarana dan Prasarana Lintas Sektoral, Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Pertanian, Pembinaan Satuan Karya Pramuka Taruna Bumi. Program-program BPTP kembali dijelaskan lebih rinci oleh Dr. Waryat.

Pembahasan program terakhir dijelaskan oleh Nanto selaku Perwakilan KTNA. Sementara, Koordinator Penyuluh Jakarta Utara, Yohanes, menambahkan ada permasalahan di Jakarta Utara yang tidak kunjung selesai yaitu masalah tikus pada padi di Rorotan. Perkembangan tikus yang sangat cepat menjadi masalah yang selalu dihadapi petani dalam menanam padi sawah. Lebih lanjut, Yohanes menanyakan, bagaimana melihat produktivitas padi sawah jika hama menjadi jadi? Diskusi berjalan lancar antara semua pihak.

Diakhir acara, Didi Setiabudi selaku Koordinator Penyuluh Provinsi DKI Jakarta menutup penyusunan pemrograman dengan memberi pesan agar penyuluh harus tepat sasaran, tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat metode, serta kaum milenial untuk bisa bekerja sama dan memberi penilaian kepada fungsional senior agar lebih gesit di era sekarang ini.