JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) merupakan salah satu strategi yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas tanaman, khususnya padi dan palawija. Hal tersebut merupakan salah satu upaya menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.  Kegiatan IP ini dilakukan oleh seluruh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Indonesia, tak terkecuali Jakarta.

Kegiatan IP dilakukan melalui optimalisasi lahan, baik itu melalui penggunaan teknologi yang tepat, benih varietas unggul, pengelolaan sumber daya air, perbaikan pola tanam, dsb. Untuk kegiatan IP tahun 2019, BPTP Jakarta baru memulai pada tahap survey lahan yang akan dijadikan lokasi kegiatan IP. Senin (11/03/2019), survey lokasi dilakukan di wilayah Jakarta Barat, tepatnya di daerah Semanan (Kec. Kalideres) dan Joglo (Kec. Kembangan). Kelompok Tani yang disurvey adalah Karya Tani, Kelompok Tani Joglo Baru, dan Jawa Indah.

Secara umum lahan di  Jakarta Barat merupakan lahan tadah hujan, namun demikian sebagian besar lokasi yang digunakan untuk budi daya padi merupakan lahan-lahan bermuaranya air limpahan dari sistem saluran air pemukiman. Hal tersebut menyebabkan lahan menjadi rawan banjir. Oleh karena itu upaya peningkatan IP menjadi kurang sesuai jika akan digunakan untuk pengembangan palawija, tetapi akan lebih sesuai jika diarahkan pada pengelolaan lahan dengan komoditas - komoditas tahan genangan atau pun sisitem budidaya dengan mengadopsi siatem surjan ataupun mina tanaman (padi).

Diharapkan dengan terlaksananya program kegiatan IP, dapat membantu para petani dalam meningkatkan produktivitasnya.