JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Dalam melakukan budidaya tanaman padi di lahan sawah, ancaman hama dan penyakit akan sulit luput menyerang tanaman padi. Untuk itu, pengetahuan dan wawasan mengenai hama dan penyakit tanaman padi, dan bagaimana dalam mengatasinya, perlu disampaikan kepada para petani dan juga penyuluh. Dengan demikian, petani dan penyuluh dapat mengidentifikasi tanaman padi yang mulai terserang hama maupun penyakit, dan bagaimana cara mengatasinya.

Rabu (27/02/2019), BPTP Jakarta mengadakan “Bimtek Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi di Jakarta Utara”. Acara dihadiri oleh Perwakilan Sudin KPKP Jakarta Utara serta Kelompok Tani Karangtengah Jaya di Rorotan, Jakarta Utara yang dihadiri sekitar 20 petani. Acara berlangsung mulai dari sambutan oleh Ir. Etty Herawati, M.Si. selaku Kepala BPTP Jakarta, lalu perumusan masalah dari yang dihadapi para petani oleh Hj. Umar selaku Ketua Kelompok Tani Karangtengah Jaya, serta materi tentang hama utama padi dan pengendaliannya oleh Dr. Rahmini dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Dijelaskan oleh Dr. Rahmini kepada petani bahwa bagaimana hama dan penyakit tumbuhan ini dapat begitu merugikan, jenis-jenis hama dan penyakit, serta cara penanggulangannya. Di awal, Dr. Rahmini mengatakan bahwa “Hama sesuai urutan tingkat kerusakan padi adalah Penggerek, wereng, dan tikus”.

Lebih lanjut, Dr. Rahmini menjelaskan, salah satu cara pengendalian hama yang terpadu antara lain pengaturan pola tanam seperti tanam serentak, rotasi tanaman yang bukan padi, dan pengaturan waktu tanam. Pengendalian juga dilakukan secara mekanik dan fisik seperti mengumpulkan kelompok telur di persemaian, penyabitan tanaman serendah mungkin dan penggenangan air. Perlu juga dilakukan pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida butiran dan semprot (cair). Sementara pengendalian preventif dapat dilakukan dengan menggunakan light trap untuk penggerek. Dr. Rahmini juga mengenalkan beberapa jenis hama, mulai dari morfologi, siklus hidup, gejala serangan, serta akibat dari serangan hama tersebut.

Penyakit yang menyerang tanaman padi dapat disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus. Disampaikan pula Dr. Rahmini, salah satu hal penting tentang segitiga penyakit, dimana  terdapat tiga komponen utama yang saling berkaitan untuk munculnya penyakit yaitu tanaman (padi) yang rentan, patogen harus ada (biasanya di tanah), dan kondisi lingkungan yang mendukung serangan penyakit (biasanya melibatkan daun basah selama beberapa periode waktu). Beberapa penyakit yang dijelaskan antara lain Penyakit Blast, Hawar Pelepah Daun, Bercak Sempit Cercospora, dan Hawar Daun Bakteri. Masing-masing penyakit memiliki gejala dan cara penanggulangan yang berbeda.

Dalam Bimtek, para petani berkesempatan menyampaikan masalah-masalah yang mereka hadapi di lahan pertanian mereka. Seperti gagal panen karena serangan hama dan penyakit. Diskusi berlangsung aktif dan masing-masing memiliki peran untuk mengutarakan masalah dan mendiskusikan tentang penyelesaian masalah tersebut. Selanjutnya Kepala BPTP juga akan mengusahakan agar varietas tahan juga dapat dikembangkan di daerah tersebut. Kepala BPTP juga berpesan agar tidak hanya kelompok tani Karangtengah jaya, tetapi juga semua kelompok tani di daerah Rorotan dapat bersama-sama memerangi hama dan penyakit pada padi agar dapat menghasilkan panen yang baik.